<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133805">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN KADAR FORMALIN DAN PROTEIN PADA IKAN TERI KERING MENGGUNAKAN ASAM CUKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT ALSYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan formalin sering ditemukan pada beberapa produk perikanan kering di Indonesia salah satunya adalah ikan teri asin. Oleh karena itu, Produsen ikan teri asin menggunakan formalin sebagai pengawet. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 menyatakan bahwa penggunaan formalin dilarang karena dapat membahayakan kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam cuka terhadap perubahan kadar formalin dan protein pada ikan teri dengan konsentrasi larutan 0%, 5%, 10%, dan 15%. Metode yang digunakan adalah formalin dengan metode spektrofotometri dan protein dengan metode Kjeldhal. Kadar formalin dan protein ikan teri asin sebelum direndam masing-masing sebesar 57,64 mg/kg dan 27,63%. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Juni. Identifikasi pada Penelitian ini menggunakan pereaksi asam kromatofat. Hasil uji kuanlitatif pada sampel menunjukkan perubahan warna kuning menjadi keunguan yang menunjukkan bahwa sampel mengandung formalin. Uji kuantitatif pada seluruh sampel menunjukkan terjadi penurunan dengan rata – rata kadar formalin sebesar 1,83 mg/kg pada konsentrasi 15%. Penentuan kadar formalin paling efektif dilakukan pada waktu 30 menit. Uji kadar protein dengan konsentrasi 0% sebesar 27,63%, menunjukkan terjadi kenaikan pada konsentrasi 15% sebesar 31,94%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133805</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-30 10:37:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-01 08:34:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>