<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133641">
 <titleInfo>
  <title>SINTESIS NANOPARTIKEL OKSIDA ANORGANIK DARI CANGKANG KEPITING DARAT KIBAU (GECARCOIDEA LALANDII) UNTUK TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT MENJADI BIODIESEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Apriani Zalukhu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sintesis nanopartikel oksida anorganik dari cangkang kepiting kibau darat (Gecarcoidea lalandii) melalui metode presipitasi telah berhasil dilakukan. Katalis yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR dan SEM-EDS. Hasil karakterisasi menggunakan XRD dan FTIR menunjukkan bahwa partikel oksida anorganik dari cangkang kepiting kibau darat fresh dan setelah dikalsinasi menghasilkan komponen utama berupa Ca5(PO4)3Cl, Ca10(PO4)6(OH)2, CaCO3, Ca(OH)2, dan CaO. Berdasarkan hasil perhitungan ukuran partikel menggunakan persamaan Scherrer dari intensitas spesifik XRD diketahui bahwa partikel oksida anorganik dari cangkang kepiting kibau darat fresh memiliki ukuran partikel sebesar 322 nm, sedangkan ukuran partikel oksida anorganik dari cangkang kepiting kibau darat setelah dikalsinasi yaitu sebesar 34,59 nm. Hasil karakterisasi lebih lanjut menggunakan SEM-EDS menunjukkan bahwa partikel oksida anorganik dari cangkang kepiting kibau darat memperlihatkan unsur kalsium (Ca) sebagai kandungan paling dominan pada partikel oksida anorganik fresh 25,05% dan setelah dikalsinasi 34,59%. (b/b) Pengujian kinerja katalitik dari katalis yang dipreparasi dengan metode presipitasi diaplikasikan pada sistem reaksi tranesterifikasi minyak Refined Blanched Deodorized Palm Oil (RBDPO) dengan metanol menjadi biodiesel, diperoleh nilai yield biodiesel menggunakan katalis partikel oksida anorganik dari cangkang kepiting kibau darat fresh sebesar 90%, sedangkan nilai yield biodiesel  menggunakan katalis partikel oksida anorganik dari cangkang kepiting kibau darat setelah dikalsinasi sebesar 98 %. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasi beberapa jenis metil ester dalam biodiesel hasil transesterifikasi yang terdiri atas metil palmitat, metil oleat, metil linoleat, metil stearat, metil miristat, metil linoleat, metil laurat. Karakterisasi biodiesel yang dihasilkan memiliki bilangan asam, densitas, dan viskositas yang sesuai dengan standar kualitas biodiesel SNI 7182:2015.&#13;
Kata kunci: cangkang kepiting, biodiesel, transesterifikasi, nanopartikel.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133641</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 16:01:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-30 09:13:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>