<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133631">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KITIN DAN GEL LIDAHRNBUAYA (ALOE VERA) TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM PATI GANYONG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sheyla Fahira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Edible film telah menjadi topik penelitian yang berkembang pesat beberapa dekade terakhir ini sebagai solusi untuk mengatasi bahaya penggunaan plastik sebagai bahan kemasan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan edible film dari tepung pati ganyong dan gelatin yang ditambahkan kitin dan lidah buaya untuk mengetahui pengaruh gel lidah buaya dan kitin pada pembuatan edible film. Edible film dibuat dengan variasi komposisi kitin dan lidah buaya. Hasil penelitian dengan penambahan kitin menghasilkan edible film yang kaku dan kurang transparan dan dengan kelarutan yang rendah. Hasil penelitian dengan penambahan gel lidah buaya mengakibatkan edible film menjadi rapuh dan mudah rusak. Pengujian kekuatan tarik memperlihatkan penurunan signifikan pada kekuatan tarik edible film dengan adanya penambahan kitin. Analisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan adanya agregat pada edible film yang mengandung kitin, sementara film dengan gel lidah buaya tampak lebih homogen. Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) mengkonfirmasi adanya gugus fungsi pati ganyong, gelatin, kitin dan gel lidah buaya.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Edible film, pati ganyong, kitin, lidah buaya&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133631</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 15:52:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-30 09:09:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>