<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133583">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI DEWAN TERHADAP DESENTRALISASI PROSPEK PARTISIPASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PUBLIK (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR DPRD ACEH SINGKIL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irmayani Nirmala. S</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Desentralisasi  penggunaan  anggaran  sektor publik di daerah  tingkat  II dimaksudkan untuk  memberikan   kewenangan   pada  daerah  untuk  mengurus   rumah  tangganya   sendiri, terutama  yang menyangkut  dengan  kuangan daerah.  Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang  Pemerintahan   Daerah.  Seiring  dengan  itu,  partisipasi  aktif masyarakat   untuk  ikut  berperan  serta  dalam  perumusan   kebijakan didaerah  juga  sangat diperlukan. Penelitian   ini   bertujuan   untuk    mengetahui persepsi    anggota    dewan    dalam pengambilan  keputusan  publik berkaitan  dengan  adanya desentralisasi  dalam  penggunaan anggaran   dan  prospek   partisipasi   masyarakat  di  Kabupaten   Aceh  Singkil.  Responden penelitian adalah seluruh anggota DPRD kabupaten tersebut yang berjumlah sebanyak 25 orang.   Pengumpulan data dilakukan dengan   mengedarkan kuesioner.   Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji beda rata-rata (uji t). Hasil pengujian secara   individu dari variabel desentralisasi   menunjukkan   angka sebesar   -62,820.   Begitu  juga   halnya   dengan   partisipasi   masyarakat   sebesar   -11.931 . Sedangkan   nilai  t  tabel  pada  tingkat   keyakinan  95  persen  menunjukkan  angka  sebesar 2,064. Dengan demikian Ho diterima, sebaliknya Ha ditolak. Kesimpulan  yang dapat  diambil dalam  penelitian ini adalah  secara  umum anggota DPRD   Kabupaten  Aceh   Singkil   mempunyai  persepsi   negatif  terhadap  desentralisasi anggaran  sektor publik dan prospek  partisipasi  masyarakat di daerah tersebut.  Dengan kata lain.  terdapat   perbedaan   antara  kenyataan  dengan   harapan   anggota  dewan   sehubungan dengan ciesentrasi anggaran sektor publik dan prospek  partisipasi  masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133583</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 14:54:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 14:55:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>