INNOVATIVE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA BANDAA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INNOVATIVE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA BANDAA ACEH


Pengarang

Muhammad Daffa Akbary - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bustami Usman - 195912311985011001 - Dosen Pembimbing I
Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1910104010102

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : ., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kota Banda Aceh, sebagai ibu Kota Provinsi Aceh, telah berjuang keras untuk
meningkatkan kualitas hidup warganya, terutama anak-anak. Pada tahun 2023,
Kota Banda Aceh kembali dinobatkan sebagai Kota Layak Anak (KLA) Kategori
Nindya, menjadi satu-satunya Kota di Aceh yang meraih penghargaan ini.
Penghargaan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh telah berupaya
keras untuk meningkatkan pelayanan, infrastruktur, dan program-program yang
dapat memberikan kenyaman serta perlindungan bagi anak-anak. Namun,
meskipun telah meraih penghargaan Nindya, masih terdapat beberapa
permasalahan terhadap anak-anak di Kota Banda Aceh dan juga menjadi tanggung
jawab pemerintah kota Banda Aceh dalam memepertahankan serta meningkatkan
Kota Layak Anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui inovasi
Pemerintah dalam meningkatkan Kota Layak Anak di Kota Banda Aceh. Penelitian
ini menggunakan teori Innovative Governance oleh Roger dengan menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses analisis data dilakukan
dengan tiga tahapan yaitu reduksi penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwasanya dalam meningkatkan Kota Layak Anak di
Kota Banda Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh telah bersama-sama melakukan
sebuah inovasi dalam meningkatkan Kota Layak Anak di Kota Banda Aceh, adapun
inovasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Banda Aceh yaitu Musrena, Hutan
Taman Kota Tibang, Perpustakaan Keliling, Pelangi dan Jebol. Adapun hambatan
dan juga Tantangan dalam meningkatkan Kota layak anak yaitu terbagi menjadi 5
yaitu: pertama, masih rendahnya peran masyarakat, kedua kurangnya anggaran,
Ketiga infrastruktur, keempat pergantian kepemimpinan, kelima kekerasan
terhadap anak. Permasalahan Kota layak anak ini menjadi suatu hambatan dan juga
tantangan yang harus sama-sama dihadapi oleh pemerintah Maupun masyarakat
Agar hak-hak anak itu bisa terpenuhi. Diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh
agar lebih tegas dalam meningkatkan Kota Layak Anak Di Kota Banda Aceh dan
juga masyarakat diharapkan untuk bisa membatu pemerintah dalam meningkatkan
Kota Layak Anak agar menjadi lebih baik.
Kata kunci: Inovasi Pemerintah, Kota layak Anak, Innovative Governance, Kota
Banda Aceh

ABSTRACT The city of Banda Aceh, as the capital of Aceh Province, has struggled hard to improve the quality of life of its citizens, especially children. In 2023, the City of Banda Aceh was again named a Child Friendly City (KLA) in the Nindya Category, becoming the only city in Aceh to receive this award. This award shows that the Banda Aceh City Government has made great efforts to improve services, infrastructure and programs that can provide comfort and protection for children. However, even though they have won the Nindya award, there are still several problems facing children in Banda Aceh City and it is also the responsibility of the Banda Aceh city government to maintain and improve a Child Friendly City. The aim of this research is to determine the Government's innovation in improving a Child Friendly City in Banda Aceh City. This research uses a qualitative method with a descriptive approach using Roger's Innovative Governance theory. The data analysis process was carried out in three stages, namely reducing the presentation of data and drawing conclusions. The results of the research show that in improving the Child Friendly City in Banda Aceh City, the Banda Aceh City Government has jointly carried out an innovation in improving the Child Friendly City in Banda Aceh City, as for innovations carried out by the Banda Aceh City government, namely Musrena, Tibang City Park Forest, Mobile Library, Pelangi and Jebol. The obstacles and challenges in improving a child-friendly city are divided into 5, namely: first, the low role of the community, second, lack of budget, third, infrastructure, fourth, change of leadership, fifth, violence against children. The problem of a child-friendly city is an obstacle and also a challenge that must be faced equally by the government and society so that children's rights can be fulfilled. It is hoped that the Banda Aceh City Government will be more assertive in improving the Child Friendly City in Banda Aceh City and the community is also expected to be able to help the government in improving the Child Friendly City to make it better. Keywords: Government Innovation, Child-Friendly City, Innovative Governance, Banda Aceh city

Citation



    SERVICES DESK