<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133497">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI ANTIMIKROBIAL EKSTRAK ETIL ASETAT BATANG TAPAK KUDA (IPOMOEA PES-CAPRAE (L.) R. BR.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARSA NURMALISARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
 Penggunaan antibiotik yang tidak rasional meningkatkan angka resistensi antibiotik sehingga pengobatan dengan sumber alami perlu dilakukan. Salah satu sumber alami yang dapat digunakan adalah Tapak Kuda (Ipomoea pes-caprae). Penelitian ini telah dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakterial dan antijamur ekstrak etil asetat batang I. pes-caprae dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus, E. coli dan jamur C. albicans. Ekstraksi batang I. pes-caprae dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Terhadap simplisia dan ekstrak batang I. pes-caprae dilakukan karakterisasi, uji fitokimia dan pengujian aktivitas antibakterial dan antijamur menggunakan metode sumuran.Variasi konsentrasi ekstrak yaitu 2,5; 5; 10; 15; dan 20%. Simplisia batang I. pes-caprae mengandung kadar air sebesar 7,6%; kadar sari larut air sebesar 19,16%; kadar sari larut etanol sebesar 17,5%; dan kadar abu total sebesar 6,68%. Ekstraksi batang I. pes-caprae menghasilkan ekstrak yang mengandung kadar air sebesar 18,83%; kadar sari larut air sebesar 3,5%; kadar sari larut etanol sebesar 67,58%; dan kadar abu total sebesar 1,81%. Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat batang I. pes-caprae mengandung senyawa alkaloid, tanin, dan steroid. Hasil pengujian aktivitas antibakterial terhadap bakteri S. aureus dan E. coli menghasilkan diameter zona hambat rata-rata terbesar berturut-turut yaitu 11,71 mm dan 12,53 mm; sedangkan hasil pengujian aktivitas antijamur terhadap jamur C. albicans tidak menghasilkan zona hambat. Ekstrak etil asetat batang I. pescaprae memiliki potensi dalam menghambat bakteri S. aureus dan E. coli tetapi tidak terhadap jamur C. albicans. Ekstrak etil asetat batang I. pes-caprae berpotensi sebagai kandidat antibakterial untuk mengobati infeksi. &#13;
 &#13;
Kata kunci: batang tapak kuda, Candida albicans, Escherichia coli, I. pes-caprae, Staphylococcus aureus</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 10:04:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 10:48:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>