<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133427">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI HERBISIDA OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zahwa Nabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penurunan hasil tanaman kedelai disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya diakibatkan oleh pertumbuhan gulma di sekitar area tanaman kedelai. Herbisida yang dapat mengendalikan gulma tanaman kedelai yaitu oksifluorfen dan pendimethalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis herbisida oksifluorfen dan pendimethalin pada hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, dan Laboratorium Pengelolaan Gulma, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung dari Februari - Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 2 x 5 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti ada dua taraf yaitu jenis herbisida yang terdiri dari oksifluorfen dan pendimethalin, dan faktor dosis yang terdiri dari 0, 0,5, 1, 1,5 dan 2 kg b.a ha-1  sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan, terdapat 30 satuan percobaan. Peubah yang diamati adalah bobot kering gulma, indeks persentase keracunan tanaman,  jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 butir, dan hasil biji  kering. Herbisida oksifluorfen dapat menurunkan bobot kering gulma dan herbisida pendimethalin mampu menurunkan indeks persentase keracunan tanaman. Dosis 0,5-1 kg b.a. ha-1 mampu menurunkan bobot kering gulma dan menurunkan indeks keracunan  &#13;
tanaman. Terdapat interaksi antara jenis dan dosis herbisida pada indeks persentase keracunan tanaman pada 1 MST. &#13;
&#13;
Kata kunci : Oksifluorfen, Pendimethalin, Hasil Tanaman Kedelai&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PLANT DISEASES - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOYBEANS - FIELD CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HERBICIDES - AGRICULTURE USE</topic>
 </subject>
 <classification>632.954</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133427</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-26 17:46:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-27 10:44:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>