Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGGUNAAN BAHASA ASING PADA RUANG PUBLIK DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Atikah Khalisah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Yusri Yusuf - 195808251986021002 - Dosen Pembimbing I
Mukhlis - 196212021988101001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1706102010041
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa asing dan alasan penggunaannya pada ruang publik di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah ruang publik di Kota Banda Aceh yang dibatasi pada aspek penamaan bangunan atau gedung; apartemen atau permukiman; serta merek dagang dan lembaga usaha, dan pengguna bahasa. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang ditulis dalam bahasa asing pada ruang publik di Kota Banda Aceh dan alasan penggunanya. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara klasifikasi, deskripsi, analisis penggunaan bahasa asing pada ruang publik, solusi atau alternatif penggunaan, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing pada ruang publik di Kota Banda Aceh secara umum tidak sesuai dengan aturan penggunaan bahasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan; dan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Alasan penggunaan bahasa asing di ruang publik, yaitu 1) pengguna bahasa asing tidak mengetahui adanya regulasi tentang penggunaan bahasa pada ruang publik. 2) pengguna bahasa asing menganggap bahasa asing lebih modern dari pada bahasa Indonesia. 3) pengguna bahasa asing ingin memberikan kesan yang berbeda kepada pembaca. 4) pengguna bahasa asing menganggap istilah-istilah dalam bahasa asing lebih populer. 5) pengguna bahasa asing hanya ikut-ikutan. Simpulan dari penelitian ini adalah pengguna bahasa cenderung menggunakan bahasa asing pada penamaan bangunan atau gedung; apartemen atau permukiman; serta merek dagang dan lembaga usaha disebabkan oleh adanya rasa bangga dalam berbahasa asing dan tidak memahami aturan berbahasa Indonesia serta merasa bahasa asing lebih bergengsi dibandingkan bahasa Indonesia.
This research aims to describe the use of foreign languages and the reasons for their use in public spaces in Banda Aceh City. This research uses a qualitative approach and descriptive method. The data source of this research is public spaces in Banda Aceh City which is limited to the aspects of naming buildings; apartments or settlements; as well as trademarks and business institutions, and language users. The data are words, phrases, clauses, and sentences written in foreign languages in public spaces in Banda Aceh City and the reasons for using them. Data collection used observation and interview techniques. Data analysis was carried out by means of classification, description, analysis of foreign language use in public spaces, solutions or alternative uses, and conclusions. The results showed that the use of foreign languages in public spaces in Banda Aceh City is generally not in accordance with the rules of language use as stipulated in Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 concerning Flags, Language, and State Emblems, and National Anthem; and Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2019 concerning the Use of Indonesian Language. The conclusion of this research is that language users tend to use foreign languages in naming buildings; apartments or settlements; as well as trademarks and business institutions due to a sense of pride in using foreign languages and not understanding the rules of Indonesian and feel that foreign languages are more prestigious than Indonesian.
TINGKAT KEPATUHAN MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH TERHADAP BAHASA LARANGAN DI RUANG PUBLIK (Derli Andika Setianto, 2025)
PENGUNAAN BAHASA ASING DALAM KARANGAN BEBAS PADA MAJALAH POTRET (Khairunnisak, 2016)
AN ANALYSIS OF ENGLISH INTERFERENCE TOWARDS THE USE OF INDONESIAN ON THE YOUTUBE CHANNEL OF AN INDONESIAN CELEBRITY (IKA ELIZA, 2024)
PERUBAHAN SEMANTIK KOSAKATA SERAPAN BAHASA ASING DALAM BAHASA INDONESIA (NADYA FITRI LESTARI, 2023)
APLIKASI RN KAMUS 3 BAHASA UNTUK ANAK SD RN BERBASIS ANDROID (Yunes Suhada, 2015)