HUBUNGAN LABA PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN PEMBAYARAN DEVIDENRN( STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA ) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN LABA PERUSAHAAN DENGAN KEBIJAKAN PEMBAYARAN DEVIDENRN( STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA )


Pengarang

Khafizawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0011310034

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara laba perusahaan dengan kebijakan pembayaran dividen pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta, selama periode 200 I, 2002 dan 2003. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang berupa data laporan laba bersih yang dilihat dengan earning pershare dan dividen periode 31 Desember 200I, 31 Desember 2002, dan 31 Desember 2003, beserta harga saham yang semuanya diperoleh dari Bursa Efek Jakarta, dan penelitian ini mengambil sampel sebanyak 38 perusahaan untuk tiga tahun yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BE)) yang dipilih secara purposive sampling. Metode statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment Coefficient of Correlation, untuk mengukur keeratan hubungan linier dua variabel antara variabel x (laba bersih yang dilihat dari EPS) dan variabel y (dividen saham) Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0.952 yang berarti bahwa terjadi hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 95.2%. Artinya bahwa laba perusahaan mempunyai hubungan positif dengan variabel kebijakan pembayaran deviden sebesar 95,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa korelasi yang positif sehingga korelasi kedua variabel dikatakan positif signifikan Sementara harga tung sebesar 5 , 551 dibandingkan dengan harga tater, untuk o = 5% uji dua sisi dan dk = 38 - 2 = 36, maka diperoleh ta = 2.028. Ternyata harga thitung lebih besar dari ttabel, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat korelasi atau hubungan yang positif signifikan, sehingga hubungan (korelasi) yang terjadi akan mempunyai arti yang luas, maka dapat dikatakan bahwa laba bersih (EPS) perusahaan mempunyai kandungan informasi terhadap kebijakan pembayaran deviden perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK