<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="133261">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTER ANATOMI DAUN BAKAU MINYAK RHIZOPHORA APICULATA (BLUME.) BERDASARKAN ZONA PASANG SURUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMANDA ADE TIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bakau adalah kelompok tumbuhan yang dapat tumbuh dengan baik di daerah pesisir yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Salah satu kawasan bakau di Banda Aceh terdapat di Gampong Pande Kecamatan Meuraxa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter anatomi daun Rhizophora apiculata (Blume.) pada zonasi pasang surut yang berbeda pada kawasan Kecamatan Meuraxa. Metode kerja untuk pembuatan preparat anatomi meliputi proses penyayatan, clearing, pewarnaan, dehidrasi, dan mounting. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ketiga zona tempat tumbuhnya R. apiculata, yaitu terdiri dari zona selalu tergenang pasang surut, zona normal yang artinya tergenang saat pasang surut harian dan zona tidak tergenang pasang surut harian memiliki karakteristik anatomi yang mirip, tampak dari struktur umum yang menyusun bagian tangkai daun, helaian daun, tulang daun dan epidermis daun. Berkas vaskuler pada tangkai daun yang ditemukan pada ketiga zona memiliki sistem kolateral tertutup sedangkan berkas vaskuler pada tulang daun memiliki bentuk sistem kolateral terbuka. Dinding antiklin permukaan epidermis adaksial dan abaksial pada helaian daun dari ketiga zona berbentuk lurus melengkung. Terdapat beberapa ciri khusus yang membedakan ketiga zona yaitu dari kehadiran jenis stomata dan kerapatan stomata. Jenis stomata yang ditemukan pada zona selalu tergenang yaitu terdiri dari jenis stomata siklositik dan jenis stomata anomositik, sedangkan pada zona normal dan zona tidak tergenang ditemukan jenis siklositik. Tingkat kerapatan stomata pada zona selalu tergenang dikategorikan sebagai kerapatan tinggi dengan jumlah kerapatan 650/mm2, sedangkan kerapatan stomata pada zona normal dan zona tidak tergenang dikategorikan sebagai kerapatan sedang dengan jumlah kerapatan 400/mm2 pada zona normal dan 350/mm2 pada zona tidak tergenang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>133261</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-26 11:04:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-26 12:20:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>