DESAIN DAN PENGUJIAN KOLEKTOR SURYA TIPE KONSENTRATOR UNTUK PROSES HEAT TREATMENT PRODUK HORTIKULTURA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DESAIN DAN PENGUJIAN KOLEKTOR SURYA TIPE KONSENTRATOR UNTUK PROSES HEAT TREATMENT PRODUK HORTIKULTURA


Pengarang

Muhammad Fadil Harfiyan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0905106010047

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

621.472

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kolektor surya merupakan salah satu bentuk teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan dan meneruskan energi matahari yang diterima lalu diubah menjadi energi termal sebelum diteruskan untuk berbagai aplikasi. Bentuk dan model kolektor surya dapat dirancang sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menguji kolektor surya tipe konsentrator sebagai sistem pemanas air untuk proses heat treatment pada produk hortikultura.
Parameter yang diamati dalam penelitian adalah iradiasi surya, distribusi temperatur, distribusi kelembaban relatif, dan kecepatan udara. Pengamatan dilakukan setiap 30 menit selama masa pengujian. Pengujian dimulai pada pukul 09:00 WIB dan dihentikan pada pukul 17:00 WIB. Perhitungan energi meliputi energi radiasi dan energi untuk pemanasan air.
Suhu lingkungan tertinggi selama 7 hari penelitian mencapai suhu 36°C yaitu pada hari ke-3. Kelembaban relatif tertinggi selama 7 hari penelitian mencapai 65% dimana pada saat itu masih pagi dan cuaca mendung. Kecepatan udara selama 7 hari penelitian sangat tidak beraturan dimana kecepatan udara sangat mudah naik dan turun. Iradiasi tertinggi selama 7 hari penelitian mencapai 720,9302 kJ yaitu pada hari ke-3. Suhu absorber tertinggi selama 7 hari penelitian terdapat pada hari ke-3 dimana suhu absorber pada saat itu mencapai 55°C. Suhu ruang absorber tertinggi selama 7 hari penelitian terdapat pada hari ke-3 dimana suhu ruang absorber pada saat itu mencapai 65°C. Suhu cover tertinggi selama 7 hari penelitian terdapat pada hari ke-3 dimana suhu cover pada saat itu mencapai 50°C. Suhu pemantul radiasi selama 7 hari penelitian mencapai 64°C. Suhu air tertinggi selama 7 hari penelitian mencapai 53°C. Energi radiasi pada hari pertama adalah 1171,656 kJ sedangkan energi untuk pemanasan air adalah 615,048 kJ maka efesiensi alat ini mencapai 52,49%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK