Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI KINERJA PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) PADA PENGERINGAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L)
Pengarang
Rofi Muntahar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0905106020007
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.37
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Cabai merah (Capsicum Annum L) merupakan komuditas sayuran yg digunakan di seluruh dunia. Umumnya cabai digunakan dalam bentuk segar, kering atau bentuk olahan. Penanganan pasca panen cabai merah di Indonesia umumnya masih sederhana sehingga tingkat kerusakannya sangat tinggi. Petani cabai perlu memiliki pengetahuan tentang penanganan komoditas yang mudah rusak agar kesegarannya dapat dipertahankan lebih lama. Beberapa upaya penyelamatan hasil pertanian adalah dengan melakukan pengeringan. Prinsip pengeringan cabai adalah menguapkan air karena ada perbedaan kandungan uap air diantara udara dan bahan yang dikeringkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kinerja pengering tipe efek rumah kaca untuk pengeringan cabai merah.
Parameter yang diamati dalam penelitian adalah distribusi temperatur, susut bobot, kecepatan udara, distribusi kelembaban relatif, iradiasi surya, kapasitas kerja, penurunan kadar air dan laju pengeringan. Pengamatan dilakukan setiap 30 menit, proses pengeringan akan dihentikan saat kadar air pada salah satu rak sudah mencapai 10 %, pada cabai diberikan perlakuan yaitu cabai yang diblanching dan non blanching.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengeringan dengan menggunakan cabai non blanching membutuhkan 4 hari pengeringan untuk mencapai kadar air 10 % sedangkan dengan menggunakan cabai blanching cuma membutuhkan 3 hari pengeringan untuk mencapai kadar air 10 %, kadar air 10 % didapatkan pada rak 1. Temperatur tertinggi pada rak 1 dengan menggunakan cabai non blanching yaitu 530C, dengan menggunakan cabai blanching temperatur tertinggi pada rak 1 yaitu 550C. Susut bobot tertinggi dengan menggunakan cabai non blanching yaitu 83,2% pada rak 1, dengan menggunakan cabai blanching susut tertinggi pada yaitu 82,2% pada rak 1. RH terendah pada rak 1 selama 4 hari pengeringan yaitu 37,1 %, dengan menggunakan cabai blanching RH terendah selam 3 hari pengeringan yaitu 35,8 %. Iradiasi surya tertinggi selama 4 hari pengeringan dengan menggunakan cabai non blanching yaitu 703,49 W/m2 Iradiasi surya tertinggi selama 3 hari dengan menggunakan cabai blanching yaitu 697,67% W/m2. Kadar air terendah pada rak 1 dengan menggunakan cabai non blanching yaitu 10,71 %, dengan menggunakan cabai blanching kadar air terendah pada rak 1 yaitu 10,11 %. Laju pengeringan tertinggi dengan menggunakan cabai non blanching pada rak 1 yaitu 0,93 %bk/30menit, laju pengeringan tertinggi dengan menggunakan cabai blanching pada rak 1 yaitu 0,79 %bk/30menit.
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI KINERJA PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) PADA PENGERINGAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L) (Rofi Muntahar, 2015)
UJI KINERJA ALAT PENGERING TIPE TUNNEL UNTUK PENGERINGAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DENGAN SUMBER ENERGI PANAS BIOMASSA ARANG (Eka Yanti, 2024)
KAJIAN PENGERINGAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE TEROWONGAN (HOHENHEIM) (IRFAN REZA SYAHPUTRA, 2016)
MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PADA PENGERING EFEK RUMAH KACA UNTUK PENGERINGAN BIJI KOPI (Nurainun, 2024)
KAJI EKSPERIMENTAL PENGERING IKAN ENERGI SURYA (ANDI FANOVA, 2024)