Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARAKTERISTIK PATI SAGU (METROXYLON SAGO) YANG TERMODIFIKASI DENGAN PEMANASAN DAN PENDINGINAN BERULANG
Pengarang
Asnita - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
07051050100083
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pati sagu adalah tapung yang diperoleh dari batang pohon sagu atau rumbia (Metroxylon sago). Sagu biasa dimakan dalam bentuk papeda (semacam bubur). Masalah utama dalam penyebarluasan sagu sebagai bahan pangan adalah ketersediaan pati sagu yang belum meluas dan selera masyarakat masih bertumpu pada beras sebagai bahan utama. Pemanfaatan pati alami masih sangat terbatas karena sifat fisik dan kimianya kurang sesuai untuk digunakan secara luas. Salah satu cara untuk meningkatkan kegunaan pati sagu adalah dengan membuat modifikasi pati agar diperoleh sifat-sifat yang cocok untuk aplikasi tertentu. Pati termodifikasi adalah pati yang diberi perlakuan tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan sifat yang lebih baik untuk memperbalkj sifat sebelumnya atau untuk mengubah beberapa sifat lainnya. Salah satu metode fisik yang banyak dilakukan adalah metode pemanasan suhu tinggi-pendinginan (autoclaving-cooling). Perlakuan siklus autoclaving-cooling berulang dapat meningkatkan kadar serat pangan total 3 hingga 4 kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pati sagu yang dimodifikasi dengan pemanasan dan pendinginan berulang ditinjau dari sifat fisik, dan kimia.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah lama pemanasan (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu Ll= 15 menit, L2 = 20 menit, L3 = 25 merit dan 174 = 30 menit. Faktor kedua adalah siklus pemanasan-pendinginan (S) yang terdiri dari 2 taraf yaitu S1 = 3 siklus dan S2 = 5 siklus. Kombinasi perlakuan dalam penelitian ihi adalah 4 x 2 = 8 (delapan) kombinasi perlakuan dengan menggunakan 2 (dua) kali ulangan, sehingga diperoleh 16 satuan percobaan.
Berdasarkan hasil penelitian perlakuan pemanasan-pendinginan 3 siklus dan 5 siklus, dan lama pemanasan memberikan penganin yang tidak nyata terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, densitas kamba, deusitas padat, absorsi minyak dan air, dan kelanitan dalan air. Karakteristik sifat sagu temodifikasi yang diperoleh yaitu rendemen 74.33%, kadar air 9.87%, kadar abu 0.26%, densitas kamba 0.59 g/ml, densitas padat 0.85 g/nd, absolpsi air 0.21 g/g, absorpsi minyak 0.21 g/g, dan kelarutan dalam 16. 16%.
Tidak Tersedia Deskripsi
SIFAT FUNGSIONAL PATI SAGU YANG TERMODIFIKASI DENGAN METODE PEMANASAN DAN PENDINGINAN BERULANG (Edwan Mares, 2024)
PERBANDINGAN KARAKTER MORFOLOGI DAN ANATOMI SAGU (METROXYLON SAGU ROTTB.) DI HABITAT LAHAN BASAH DAN KERING (Mukhlisah, 2019)
MODIFIKASI TEPUNG UBI JALAR (IPOMOEA BATATA) DENGAN METODE PEMANASAN - PENDINGINAN BERULANG DAN APLIKASINYA PADA PEMBUATAN ROTI MANIS (Aja Nuraini, 2025)
STUDI PENAMBAHAN BAYAM HIJAU, PANDAN DAN WORTEL SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM PEMBUATAN MIE SAGU BASAH (Muhammad Rizal Fahmi, 2016)
PEMBUATAN ROTI DARI TEPUNG UBI JALAR TERMODIFIKASI FISIK (Desi Purnamawati, 2014)