<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132953">
 <titleInfo>
  <title>HEGEMONI-PATRIARKI DEWAN PEREMPUAN (STUDI KASUS KETERLIBATAN PEREMPUAN DI DPRK NAGAN RAYA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. RAIHAN MAHMURI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Data Komisi Pemilihan Umum membuktikan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nagan Raya dari 25 kursi, hanya 16% perempuan yang menjadi anggota dewan yang mana sesuai kasus dari data yang ada dilapangan ditemukan bahwa perbandingan data yang diperoleh selama 3 periode cuma ada 12% sampai dengan 16% dewan perempuan yang dapat melaju ke kursi dewan yang mewakili perempuan Nagan Raya yang notabene rata-rata ada kekuatan dari sang suami ataupun ayah yang mempunyai kekuatan atau kekuasaan untuk mengumpulkan masa dan sebagai pemegang kekuasaan suara rakyat di Nagan Raya sehingga dapat dikatakan bahwa dewan-dewan perempuan maju bukanlah keinginan sendiri. Akan tetapi, adanya sokongan dari ayah atau suami dari kasus yang terjadi dilapangan ini membuktikan, bahwa dewan-dewan perempuan dikelola oleh partai politik untuk mengakali kebijakan Affirmative action dengan kejadian pengakalan oleh partai politik untuk memanfaatkan perempuan agar terdominasi dalam partai atas dasar konsesus, untuk administrasi partai. Bahkan, dewan perempuan terpilih tak lepas dari pengaruh laki-laki khususnya keluarga dalam upaya menjadi bagian dari anggota dewan, setelah itu para dewan perempuan dihegemoni secara total sebagai komoditas politik oleh partai yang mencalonkan mereka tersebut.Sesuai dengan pendapat Gramsci menyatakan bahwa suatu kelas tidak dapat meraih kepemimpinan nasional dan menjadi hegemonik, jika kelas itu hanya memperhatikan kepentingan mereka kaum laki-laki pada partai politik. Oleh sebab itu, adanya ketertundukan dewan perempuan oleh penguasa partai politik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh budaya patriarki dan bentuk hegemoni pada dewan perempuan di DPRK Nagan Raya. dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan Bentuk hegemoni (dominasi) pada dewan perempuan yang terjadi di DPRK Nagan Raya, yaitu adanya pengontrolan dengan posisi kunci yang dilakukan oleh kelompok dominasi dalam hal ini ayah atau suami yang mendorong perempuan ke ranah politik menyebabkan laki-laki mempunyai kekuataan yang signifikan dalam ranah politik dengan pengaruh budaya patriarki pada dewan perempuan di DPRK Nagan Raya sangat kuat bersistem politik otoriter yang kuat dan budaya terpusat pada kekuasaan laki- laki serta struktur politik yang mengakomondasi dewan perempuan untuk memiliki posisi kekuasaan yang signifikan dengan kosonsesus tidak tertulis yang mengikat, menyebakan bias gender yang tidak merata akan memperkuat budaya patriarki serta membatasi peran perempuan dalam politik praktis di ranah publik.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Hegemoni, Patriarki, Perempuan, Dominasi, Politik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132953</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-25 11:59:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-25 12:26:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>