Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TIDAK TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP POLA DIFRAKSI GELOMBANG
Pengarang
Qurratul Aini BN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0904101010111
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
627.24
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ketenangan daerah kolam pelabuhan adalah hal sangat yang penting diperhatikan pada sebuah pelabuhan. Aksi arus gelombang yang terbentuk akibat pola difraksi di sekitar breakwater akan mengganggu kenyamanan kapal saat memasuki kolam pelabuhan. Penelitian ini mengkaji pola difraksi tersebut dengan menggunakan model bangunan pemecah gelombang tidak tenggelam (emerged beakwater) yang terbuat dari susunan blok-blok kubus kayu berpori. Blok-blok ini dirangkai membentuk model breakwater tipe lurus dengan panjang 1,5 m dengan tinggi 40 cm untuk setiap B1 = 10 cm, B2 = 20 cm, dan B3 = 30 cm. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Sungai dan Pantai Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dengan menggunakan kolam gelombang yang terbuat dari beton bertulang berukuran panjang 15 m, lebar 5 m, dan tinggi 0,65 m, dengan kedalaman air adalah 30 cm, dilengkapi mesin regular wave generator pada ujung kolam dan dibuat wave absorber pada ujung lainnya. Gelombang dibangkitkan dengan 3 kondisi untuk masing-masing ukuran lebar breakwater yaitu H1T1 (H = 8.7 cm, T = 1,45 detik, L=2,25 m), H2T2 (H = 10 cm, T = 1,43 detik, L=2,21 m) dan H3T3 (H = 12 cm, T = 1,18 detik, L=1,73 m). Alat yang digunakan adalah alat pengukur tinggi gelombang otomatis capacitative wave gauge. Hasil yang diperoleh adalah bahwa pemecah gelombang dengan ukuran lebar 30 cm lebih mampu meredam gelombang yaitu sebesar 53,8-61% daripada model dengan lebar 20 cm yaitu 52,6-57,5% dan lebar 10 cm yaitu 49,4%. Nilai koefisien difraksi (Kd) yang didapat akan semakin kecil untuk lebar ukuran breakwater (B/L) yang semakin besar. Hubungan kecuraman gelombang H/L (wave stepness) dengan Kd adalah berbanding terbalik sedangkan hubungan periode gelombang (T) dengan Kd adalah berbanding lurus. Nilai Kd meningkat dengan berkurangnya angka kecuraman gelombang dan sebaliknya, namun Nilai Kd justru menurun pada periode gelombang yang semakin kecil, dan sebaliknya.
Kata kunci: Pola difraksi gelombang, emerged breakwater, pemecah gelombang berpori
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI MODEL NUMERIK PEMECAH GELOMBANG TIDAK TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP POLA DIFRAKSI (Muhammad Khaliq, 2025)
STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TENGGELAM TIPE LURUS BERPORI TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI (AYU FITRI SARINDAH, 2014)
STUDI MODEL FISIK PEMECAH GELOMBANG TIDAK TENGGELAM TIPE ZIG-ZAG BERPORI TERHADAP POLA DIFRAKSI GELOMBANG (Syarifah Hayatul Nufus, 2015)
KAJIAN MODEL NUMERIK PEMECAH GELOMBANG TIDAK TENGGELAM TIPE GROPOZAG BERPORI TERHADAP POLA DIFRAKSI GELOMBANG (SHALAISYA LABIBAH, 2025)
STUDI SINTETIK DISTRIBUSI MEDAN GELOMBANG PADA KASUS JETTY DAN BREAKWATER (JUNNAIDI, 2022)