<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132837">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA MENGENAI AKUN INSTAGRAM @SIBERKREASI DALAM MENCEGAH PENYEBARAN INFORMASI HOAKS (STUDI PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS SYIAH KUALA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAFIRA AUDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyebaran berita hoaks merupakan permasalahan krusial yang menimbulkan kerugian di masyarakat. Permasalahan ini membuat Pemerintah Indonesia melalui Kominfo mengambil langkah dengan meluncurkan gerakan literasi digital berskala nasional pertama yakni siberkreasi. Gerakan ini bertujuan mengurangi ancaman potensi bahaya yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti informasi hoaks, cyberbullying, dan online radicalism.  Siberkreasi mempunyai program yang dirancang secara offline dan online. Aktivitas online memanfaatkan media sosial sebagai wadah penyebaran informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Universitas Syiah Kuala mengenai akun instagram @siberkreasi dalam mencegah penyebaran hoaks. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang menggambarkan bagaimana persepsi mahasiswa khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi terkait akun instagram siberkreasi dalam mencegah penyebaran informasi hoaks. Penelitian ini menggunakan Teori  Resepsi (Decoding-Encoding) dengan asumsi audiens dianggap mempunyai kekuasaan untuk menafsirkan makna sebuah pesan media sesuai dengan persepsi mereka. Berdasarkan hasil penelitian, Mahasiswa Universitas Syiah Kuala khususnya program studi Ilmu Komunikasi mempersepsikan positif akun siberkreasi dalam mengedukasi pencegahan penyebaran berita hoaks. Hasil analisis menggunakan teori Resepsi (Decoding-Encoding) terdapat dua posisi mahasiswa dalam mempersepsikan akun instagram siberkreasi yakni dominated position dan negotiated position. Mahasiswa yang berada di kategori dominated position menganggap semua yang diunggah oleh akun instagram siberkreasi sudah benar dan terverifikasi. Mahasiswa yang berada di kategori negotiated position menganggap masih ada postingan yang kurang pantas. Evaluasi terhadap akun instagram siberkreasi masih perlu dilakukan dari intensitas dan isi konten yang diunggah serta pemanfaatan fitur reels di instagram agar unggahan sering muncul di opsi pencarian sehingga jangkauan akun lebih luas.&#13;
Kata kunci: Informasi Hoaks, Siberkreasi, Persepsi, Teori Resepsi (Decoding-Encoding).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132837</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 17:53:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-25 10:41:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>