<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132775">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK PERKEBUNAN KOPI PENINGGALAN BELANDA DI KAMPUNG BELANG GELE ACEH TENGAH 1963-1965</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pahruzi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Sejarah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>- Tanaman kopi di Kabupaten Aceh Tengah tersebar di setiap kecamatan yang ada.&#13;
Perkebunan kopi di Kabupaten Aceh Tengah diawali pada tahun 1920 oleh Kolonial Belanda,&#13;
perkebunan pertama kali ada di wilayah kampung Belang Gele. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui bagaimana perkembangan perkebunan kopi bekas kepemilikan Belanda hingga&#13;
terjadinya konflik dalam perkebunan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan&#13;
pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari sumber primer yaitu arsip-arsip dan juga sumber&#13;
sekunder melalui literatur yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data&#13;
menggunakan teknik observasi, dokumentasi, tinjauan pustaka dan wawancara. Berdasarkan hasil&#13;
penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa (1) Belanda mulai membudidayakan tanaman&#13;
kopi pada perkebunan yang mereka buka di wilayah Belang Gele pada tahun 1920 (2) konflik terjadi&#13;
dikarenakan adanya sikap rasa tidak puas yang dimiliki masyarakat atas diberinya perkebunan bekas&#13;
milik Belanda ke perusahaan MD (3) konflik perkebunan selesai setelah adanya surat keputusan&#13;
Menteri tentang pemberian hak kepemilikan tanah perkebunan dikembalikan ke masyarakat dan para&#13;
bekas buruh pekerja Belanda, hingga akhirnya perkebunan ini dapat dibagikan kepada masyarakat&#13;
Belang Gele.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132775</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 14:28:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-25 09:44:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>