Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KEHIDUPAN INSAN PERS PADA MASA DAERAH OPERASI MILITER (DOM) TAHUN 1989-1998 DI ACEH
Pengarang
Jemadan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0706101050004
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
070.92
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata kunci: Insan Pers, Militer, Meliput, Reportase, Konflik.
Penelitian ini berjudul: Kehidupan Insan Pers pada Masa Daerah Operasi Militer (DOM) Tahun 1989-1998 di Aceh. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang kehidupan insan pers dalam memberitakan konflik antara TNI dan GAM pada masa DOM di Aceh dan apa saja upaya pekerja pers dalam menghadapi berbagai ancaman terkait pemberitaan konflik TNI-GAM pada masa DOM di Aceh. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Penelitian ini dilakukan terhadap sejumlah wartawan yang pernah bertugas pada masa DOM di Aceh. Untuk mendapatkan data skunder dilakukan studi literatur di Perpustakaan Unsyiah, Pustaka Wilayah Aceh dan Pustaka Ali Hasjimi, serta sejumlah media baik cetak maupun elektronik dengan menggunakan metode historis atau metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa wartawan yang bertugas di Aceh pada masa DOM menghadapi berbagai tantangan, antara lain akses wartawan dibatasi, sehingga sulit melalukan tugas reportase. Wartawan dituntut memiliki sejuta akal untuk masuk ke wilayah operasi militer terutama di Pidie dan Aceh Utara. Jika wartawan masuk dengan cara terang-terangan, pasti ditangkap militer atau GAM, diinterogasi serta digiring keluar wilayah operasi. Akibat pembatasan ruang gerak terhadap para insan pers, mengakibatkan berita yang dilaporkan pun sangat tidak objektif serta tidak berimbang. Banyak wartawan yang ada di Aceh memilih untuk tidak meliput karena adanya berbagai ancaman dan teror, baik langsung maupun melalui telefon seluler.
Tidak Tersedia Deskripsi
KEHIDUPAN MASYARAKAT DI ACEH UTARA MASA DOM (1989-1998) DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN AGAMA (STUDI KASUS DI KECAMATAN LHOKSUKON) (DELI HARDIANSYAH, 2014)
PROTECTION ON FREEDOM OF THE PRESS FOR FOREIGN JOURNALIST AND JOURNALISTIC VISA IN INDONESIA (FIANKA AIZA, 2021)
PERBANDINGAN LATAR BELAKANG LAHIRNYA GERAKAN DI/TII (1953) DENGAN GERAKAN ACEH MERDEKA (1976) (Yuliza Afrina, 2024)
MEMBONGKAR NILAI-NILAI PATRIARKI DALAM NOVEL (ZAHRATUL RIZQA, 2025)
MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA AKIBAT PEMBERITAAN MEDIA PERS (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS) (TEUKU HANIF AKBAR, 2018)