EFEKTIVITAS FEROMON AGREGAT PADA BERBAGAI WADAH DAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP KUMBANG BADAK (ORYCTES RHINOCEROS) DI PERTANAMAN KELAPA SAWIT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS FEROMON AGREGAT PADA BERBAGAI WADAH DAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP KUMBANG BADAK (ORYCTES RHINOCEROS) DI PERTANAMAN KELAPA SAWIT


Pengarang

Khairul Rizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0105103010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Khairul Rizal / 0105103010011. Efektivitas Feromon Agregat pada Berbagai Wadah dan Ketinggian Tempat Terhadap Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros) di Pertanaman Kelapa Sawit. Di bawah bimbingan lr. Mawardinur, SU sebagai
pembimbing ketua dan Ir. M. Ilyas Abubakar sebagai pembimbing anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas feromon agregat pada berbagai wadah dan ketinggian tempat terhadap O. rhinoceros di penanaman kelapa sawit.
Penelitian dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit rakyat, Kecamatan Peudada dan Kecamatan Simpang Manplam, Kabupaten Bireuen pada bulan Juli 2007 sampai Oktober 2007.
Penelitian ini menggunckan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 2 (dua) perlakuan jenis wadah yaitu : ember (Wi) dan pipa paralon (W2). dan 4 (empat) taraf ketinggian tempat di atas pemukaan laut yaitu : 12 m (T1),112 m (T2), 212 m (T3), dan 312 (T4), sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh 32 unit percobaan. Peubah yang diamati adalah : Jumlah Imago O. rhinoceros yang terperangkap, persentase kumbang betina dan jantan O. rhinoceros.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa homon agregat pada prinsipnya dapat digunakan untuk mengendalikan kumbang O. rhinoceros. Hal ini terbukti dengan banyaknya Jumlah lmago kumbang O. rhinoceros yang terperangkap pada wadah ember dan wadah pipa paralon, tetapi tidak ada perbedaan yang nyata diantara 2 wadah tersebut. Perbedaan ketinggian tempat pada pengamatan 10 dan 20 Hari Setelah Aplikasi berpengaruh nyata pada Jumlah kumbang betina dan jantan yang terperangkap.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK