<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132715">
 <titleInfo>
  <title>RENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH ZONASI MANGROVE SEBAGAI AREAL REHABILITASI LAHAN PASCA TSUNAMI DI KECAMATAN BAITUSSALAM  KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farah Diba</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>FARAH   DIBA.   Rencana   Pengembangan   Wilayah   Zonasi   Mangrove  Sebagai  Areal  Rehabilitasi   Lahan  Pasca  Tsunami  di  Kecamatan  Baitussalam  Kabupaten Aceh Besar (di bawah bimbingan Syamsidah Djuita sebagai ketua dan&#13;
Zainabun sebagai anggota).&#13;
               Penelitian   ini   bertujuan  untuk  merehabilitasi   lahan  mangrove  sebagai  buffer zone dalam rangka  pengembangan wilayah zonasi mangrove di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini  adalah metode deskriptif dengan teknik survai.&#13;
               Survai dan pengambilan sanpel di lapangan dilakukan secara representatif  (acak)   dan  mengamati   kondisi   fisik   lapangan.   Sampel   tanah   yang  dianalisis  diambil sampai pada kedalaman 0 - 20 cm pada saat air laut surut, setiap sampel  tanah dan air diambil maka dilakukan pengambilan titik koordinat.&#13;
               Parameter analisis tanah dan air   di  laboratorium adalah  pH,  DHL,  SAR  dan  tekstur  tanah.  Hasil  penelitian  dan  pengamatan  di  lapangan  menunjukkan  bahwa nilai pH (6,82 -8,02), DHL (2,40 -7,50),  SAR (I,37-3,00), dan tekstur pasir,  pasir  berlempung,  dan  lempung  liat  berpasir).  Hutan  mangrove  dapat  tumbuh  dan  berkembang  dengan  baik   sebagai  penyangga  (buffer zone)  antara  wilayah pantal dengan daratan.&#13;
               Pengembangan mangrove di Kecamatan Baitussalam dibagi  atas 3  zonasi  yaitu zona pinggir pantai  (A) seluas  1.091  Ha (29,87% ) terletak di Desa Kajhu, Desa Cadek dan Desa Lambada Lhok yang ditanami mangrove jenis Rhizophora&#13;
SPP.  &#13;
               Zona tengah  (8)  seluas  1.289 Ha (35,30  %) terletak  di  Desa Baet,  Desa  Cadek,  Desa  Kajhu,  Desa  Lambada  Lhok,  dan  Desa  Cot  Paya  yang  ditanami  mangrove ieris Rhizophora mucronata, Bruguiera spp, dan Ceriops spp.&#13;
               Zona pedalaman atau zona belakang (C) dari posisi laut dengan Ions 1.272  Ha (34,83  %)  terletak  di  Desa  Cot  Paya  dan  Desa  Lam  ujong  yang  ditanami  mangrove jenis  Rhizophora  apiculata,   Rhizophora  mucronala,   Avicennia   spp (api-api), dan Nypa fructicans.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132715</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 11:58:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 11:58:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>