KEEFEKTIFAN EKSTRAK RIMPAOG JERINGAU (ACORUS CALAMUS L.) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA CALLOSOBRUCHUS CHINENSIS L. PADA KACANG HIJAU DI PENYIMPANAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEEFEKTIFAN EKSTRAK RIMPAOG JERINGAU (ACORUS CALAMUS L.) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA CALLOSOBRUCHUS CHINENSIS L. PADA KACANG HIJAU DI PENYIMPANAN


Pengarang

Jayanti mayasari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705103010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang efektif dari ekstrak rimpang jeringau untuk mengendalikan harna C. chinensis pada kacang hijau di penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Hama Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,
Banda Aceh Penelitian ini berlangsung sejak: Bulan Desember 2010 sampai Maret 2011.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak: Lengkap (RAL) non fak:torial, dengan enam taraf perlak:uan yaitu 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15%. Tiap perlakuan diulang sebanyak 4 ulangan sehingga jumlah unit percobaan sebanyak: 24 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi mortalitas imago, persentase antioviposisi, persentase kerusak:an biji dan jumlah imago yang muncul (F 1 ).
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak rimpang jeringau pada kacang hijau berpengaruh terhadap mortalitas imago, persentase antioviposisi, persentase kerusak:an biji dan jumlah imago yang muncul dari harna C. chinesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak rimpang
jeringau efektif untuk rncngcndalikan hama C. chinesis pada kacang hijau di
penyunpanan. Penggunaan ekstrak rimpang jeringau dengan konsentrasi 6% mengakibatkan mortalitas imago mencapai 100% pada 5 hari setelah aplikasi. Penggunaan ekstrak rimpang jeringau dengan konsentrasi 6% rata-rata menimbulkan kerusakan biji hanya 6, 60%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK