<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132647">
 <titleInfo>
  <title>DAUR  BALIK  BAHAN  ORGANIK  DAN  MINERALISASI   AKIBAT SISTEM OLAH TANAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irwansyah Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah merupakan sumber daya alam  mempunyai  fungsi  utama sebagai&#13;
sumber unsur hara bagi tanaman. Salah satu cara untuk menciptakan kondisi yang baik bagi  tanah yaitu  dengan mengolah tanah dan memberikan bahan organik sehingga dapat memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah.&#13;
Penelitian mengenai  Daur Balik Bahan Organik Dan Mineralisasi  N Akibat Sistem Olah Tanah telah di laksanakan di  Daerah le Masen Ulee Kareng   ~ dan di  lanjutkan  Laboratorium  biologi  tanah dan  Laboratorium   kimia  tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah  Kuala yang berlangsung sejak bulan  April sampai dengan Agustus 2003.&#13;
Penelitian  ini  bertujuan untuk mengetahui  pengaruh sistem olah  tanah terhadap daur balik bahan organik dan jumlah N termineralisasi.&#13;
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini  adalah  Rancangan Acak Kelompok  (RAK) non faktorial  dengan 2 ulangan.  Faktor yang diteliti adalah sistem olah tanah pada berbagai  kedalaman.  Sampel  tanah diambil dari  2 sistem olah  tanah yaitu  olah  tanah konvensional  (OTK) dan tanpa olah tanah (TOT) masing-masing dengan kedalaman 0-10, 10-20 dan 0-20.&#13;
Dari   hasil   pengamatan menunjukan  bahwa  sistem   pengolahan tanah dengan kedalaman tanah berbeda berpengaruh  sangat nyata terhadap kandungan&#13;
N-Total dan bahan organik sehingga berpengaruh terhadap NO3dan NH4 sebagai hasil dekomposisi.&#13;
Perlakuan  tanpa olah tanah dan olah tanah konvensional  sangat berbeda nyata terhadap kandungan C-Organik, NO3, dan NH4 dan N-Total di dalam tanah.&#13;
Laju  C-Organik dan laju  mineralisasi   NO3,  dan NH4,  dan N-Total  pada&#13;
sistem  tanpa  olah  tanah  terlihat  lebih   baik  dibandingkan   sistem  olah  tanah konvensional.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132647</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 10:18:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 10:19:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>