ISOLASI KANDIDAT AGENS HAYATI DARI RIZOSFER TANAMAN PALA (MYRISTICA FRAGRANS) UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN PALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ISOLASI KANDIDAT AGENS HAYATI DARI RIZOSFER TANAMAN PALA (MYRISTICA FRAGRANS) UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN PALA


Pengarang

Mayang Rezeki Bahar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1005101050058

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kendala utama produksi pala di Aceh Selatan adanya serangan penyakit jamur akar putih (JAP) yang disebabkan oleh cendawan Rigidoporus microporus, namun hasil survei di lapangan ditemukan gejala penyakit yang berbeda dari jamur akar putih (JAP) dengan kode cendawan CP1 dan masih dalam proses penelitian identifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan beberapa agens pengendali hayati dari rizosfer tanaman pala yang dapat digunakan untuk pengendalian penyakit pada tanaman pala. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Penelitian berlangsung selama 5 bulan, dimulai dari Juni sampai Oktober 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan uji DMRT. Parameter yang diamati warna koloni, bentuk koloni, warna spora, pertumbuhan koloni pada media PDA dan NA. Hasil isolasi diperoleh 8 isolat cendawan kandidat agens hayati yang terbaik, salah satunya isolat SA SHT 8 A II merupakan isolat yang memberikan tingkat penekanan hambatan terhadap koloni cendawan patogen yang tertinggi dengan nilai 91,11% ini terjadi pada 4 HSI dan berpotensi sebagai agens pengendali hayati (APH) sedangkan hasil isolasi bakteri diperoleh 8 isolat bakteri kandidat agens hayati, salah satunya isolat AB SHT 5 A merupakan isolat yang tertinggi tingkat penekanannya dengan persentase penghambatan sebesar 42.45 % 4 HSI namun persentase penghambatan dibawah 50 % sehingga tidak berpotensi sebagai agens pengendali hayati (APH).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK