<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132571">
 <titleInfo>
  <title>KOLABORASI MASYARAKAT PERBATASAN ACEH DAN SUMATERA UTARA DALAM MEMPERKUAT KOHESI SOSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DINATUL ADAWIYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dinatul Adawiyah (2024). Kolaborasi Masyarakat Perbatasan Aceh dan Sumatera Utara dalam Memperkuat Kohesi Sosial. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Dr. Muhammad Yunus, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Irwan Putra, S.Pd., M.Pd.&#13;
&#13;
Wilayah perbatasan provinsi merupakan daerah yang memiliki tingkat heterogenitas tinggi. Wilayah ini juga dihadapkan pada tantangan dalam membangun kohesi sosial karena perbedaan latar belakang etnis, agama, dan bahasa. Sehingga daerah perbatasan sering menjadi daerah dengan potensi konflik akibat kurangnya integrasi antara komunitas-komunitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji realita kolaborasi masyarakat di wilayah perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dalam memperkuat kohesi sosial serta mengkaji strategi masyarakat dalam memperkuat kohesi sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realita kolaborasi masyarakat di perbatasan tidak memiliki kolaborasi secara terstruktur dari pemerintah desa. Namun antar masyarakatnya tetap terjadi hubungan kerjasama dan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak harus adanya kerjasama terstruktur dari pemerintah untuk menghubungkan kedua desa ini. Masyarakat di desa perbatasan sudah menjalin hubungan sosial dan kerjasama dalam berkegiatan sehari-hari baik itu antar individu ataupun kelompok. Upaya masyarakat dalam memperkuat kohesi sosial yaitu dengan cara saling menghormati, menghargai, menjaga kerukunan dan komunikasi agar tidak ada selisih paham. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah harus membuat program kerjasama terstruktur antardesa perbatasan untuk memperkuat hubungan sosial. Penelitian ini juga menyarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih luas dan beragam serta menggunakan metode yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.  &#13;
&#13;
Kata Kunci: Kohesi Sosial, Kolaborasi, Perbatasan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132571</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 22:22:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 10:54:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>