<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132565">
 <titleInfo>
  <title>PREFERENSI PENEMPATAN MATING RING KUAU RAJA (ARGUSIANUS ARGUS LINNAEUS, 1766) BERDASARKAN NDVI DAN KELERENGAN DI KAWASAN STASIUN PENELITIAN SORAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DENYSSA FAYZA AZZURA RAZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi penempatan mating ring oleh kuau raja (Argusianus argus Linnaeus, 1766) terhadap kerapatan tajuk vegetasi berbasis NDVI dan kelerengan di Stasiun Penelitian Soraya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis NDVI dan analisis kelerengan. Analisis NDVI dan analisis dilakukan untuk mengetahui preferensi penempatan mating ring berdasarkan kerapatan tajuk vegetasi dan kelerengan, kemudian diolah menggunakan ArcGIS. Penempatan mating ring kuau raja dinilai berdasarkan peluang penempatan pada lima kelas NDVI dan kelerengan di sekitar mating ring. Kelima kelas NDVI tersebut dikelompokkan berdasarkan tingkat kehijauan, yaitu kehijauan tinggi, kehijauan sedang, kehijauan rendah, kehijauan sangat rendah, dan lahan tidak bervegetasi. Sementara kelima kelas kelerengan dikelompokkan berdasarkan kondisi topografi, yaitu datar, landai, agak curam, curam, dan sangat curam. Selanjutnya, distribusi mating ring dilihat berdasarkan penempatannya dalam kelas NDVI dan kelas kelerengan. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan analisis NDVI menunjukkan bahwa kuau raja (Argusianus argus) lebih cenderung menempatkan mating ring pada wilayah yang memiliki kehijauan tinggi dan analisis kelerengan menunjukkan bahwa kuau raja (Argusianus argus) lebih cenderung menempatkan mating ring pada wilayah yang memiliki topografi landai dan agak curam, diikuti dengan topografi datar.&#13;
&#13;
Kata kunci: Argusianus argus, sebaran mating ring, NDVI</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132565</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 21:23:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 10:28:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>