<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132519">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMBUATAN PEKTIN  KULIT  JERUK  NIPIS  (CITRUS AURANTIFOLIA  SWINGLE)   DENGAN   VARIASI   ASAM   DAN LAMA   EKSTRAKSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elsa Lediyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pektin  merupakan   polisakarida yang  menyusun   sepertiga   bagian  dinding sel  tanaman.  Kandungan   pektin  yang  tertinggi   terdapat   pada  kulit  jeruk.  Jeruk nipis  saat  ini  dimanfaatkan  dalam  berbagai  jenis  produk  olahan   namun  bagian kulitnya    hanya    terbuang     sebagai     limbah    sehingga     sifat    asamnya    dapat&#13;
menurunkan pH tanah dan kelarutan  O2 pada tanah  semakin  berkurang  yang dapat&#13;
&#13;
menyebabkan  kesuburan   tanah  menurun.  Di  samping   itu  limbah  tersebut  juga dapat  menimbulkan  bau.  Salah  satu  altematif permasalahan  ini  adalah  dengan mengolah  limbah jeruk tersebut  menjadi pektin. Dimana  saat  ini Indonesia  masih tergantung dengan  pektin  impor.  Pektin  ini dimanfaatkan pada  industri  sari buah, selai, marmalade dan sebagainya.&#13;
Proses   pembuatan  pektin  meliputi   persiapan   bahan,  ekstraksi, penggurnpalan    dan   pencucian    menggunakan   alkohol   95%   serta   pengeringan dengan  menggunakan freeze dryer.  Pada  proses  ekstraksi  dilakukan variasi  asam dan  lama  ekstraksi.  Asam  yang  digunakan   adalah   asam   sitrat  (A1)  dan  asam klorida  (A2) serta lama ekstraksi  yang digunakan  30 (B1), 45 (B2), 60 (B3), dan 75 (B4) menit. Pemilihan  variasi  ini dikarenakan  pH, suhu, dan lama ekstraksi  sangat mempengaruhi pembentukan kadar metoksil  yang dapat  menentukan mutu pektin. Pektin   mempunyai    2  golongan   yaitu   pektin   metoksil   tinggi   (&gt; 7%   gugus metoksil)  dan metoksil  rendah  (</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132519</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 15:16:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 15:16:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>