<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132495">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PENGERINGAN ABSORPSL MENGGUNAKAN KAPUR TOHOR UNTUK PENGERINGAN IRISAN DAGING SAPL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eriza Firdaus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daging  sapi  merupakan  salah  satu  produk  hasil  ternak  yang  memiliki  kandungan nutrisi yang tinggi serta sebagai sumber protein hewani yang sangat  dibutuhkan oleh manusia.  Kandungan air dan protein yang tinggi dalam daging  menyebabkan  daging  sapi   mudah   mengalami   kerusakan   dan   sering  dikenal  sebagai bahan pangan yang mudah rusak (perishable). Untuk itu diperlukan suatu  bentuk pengolahan agar dapat memperpanjang umur  simpan   daging  sapi,  yaitu  pengeringan.  Pengeringan  alam  membutuhkan  waktu  yang  lama  dan  sangat  tergantung dengan  cuaca,  sehingga altrenatif yang dapat dilakukan yaitu dengan  pengeringan mekanis (buatan). Salah satunya adalah  pengeringan absorpsi.&#13;
               Dalam  penelitian  ini,  bahan  yang  dikeringkan  berupa  irisan  daging  sapi  dengan  material  pengering  berupa  kapur tohor  serta  lemari  pengering  absorpsi  yang terdiri dari tiga rak untuk penempatan daging sapi dan kapur tohor. Adapun  kapur tohor  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  kapur tohor jenis soft  burnt  lime   yang   berupa   CaO.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui  karakteristik pengeringan irisan daging sapi menggunakan pengering  absorpsi dengan  kapur  tohor   sebagai   absorbennya.   Parameter  pengeringan   yang   diambil   pada  penelitian   ini    adalah  temperatur,   RH.   penurunan  kadar  air  bahan   dan   laju  pengeringan.&#13;
               Dari hasil penelitian diperoleh distribusi temperatur suhu permukaan kapur  pada  ruang  pengering  pada   penelitian  ini  berkisar  antara  30-51°C.  Suhu  udara  dalam ruang pengering absorpsi yang terukur pada penelitian ini berkisar antara  28-38°C.  Hasil  dari  pengukuran  kelembaban  relatif (RH)  pada  ruang  pengering  absorpsi  berkisar  antara  62,5-86,5%.  Laju  pengeringan  pada  ruang  pengering  absorpsi berkisar antara 0,540 grH20/menico,003  grH20/menit. Adapun lamanya  waktu pengeringan absorpsi pada irisan daging sapi meliputi: percobaan I dengan  kadar  air 75,88% selama  14 jam 30 menit percobaan 11 dengan kadar air 67,97%  selama  11 jam  30  menit dan percobaan  Ill  &#13;
 dengan kadar air 75,27% selama  13 Jam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132495</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 13:36:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 13:36:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>