<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132475">
 <titleInfo>
  <title>PERAN TUHA PEUT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK KELUARGA DI GAMPONG REUDEUP KECAMATAN PANTERAJA KABUPATEN PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZIKRIAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuha Peut merupakan lembaga perwakilan rakyat di tingkat gampong yang berfungsi sebagai badan musyawarah gampong, melakukan pengawasan serta juga membuat aturan gampong. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui Tuha Peut dalam penyelesaian konflik keluarga di Gampong Reudeup Kecamatan Panteraja Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Tuha Peut dalam penyelesaian konflik keluarga di Gampong Reudeup Kecamatan Panteraja Kabupaten Pidie Jaya menggunakan teori struktural fungsional Robert K. Merton, ditemukan bahwa Tuha Peut secara menyeluruh telah menjalankan fungsinya dalam struktur Gampong Reudeup dengan baik, tetapi ditemukan disfungsi dimana mesyarakat tidak langsung melaporkan perkaranya ke Tuha Peut. Hal ini sejalan dengan teori struktural fungsional Robert K. Merton yang memfokuskan pada melihat fungsi nyata (manifest functions), fungsi laten (latent functions), dan disfungsi (dysfunctions). Tuha Peut dalam penyelesaian konflik keluarga di masyarakat adalah berperan sebagai mediator, fasilitator, dan juga pengambil keputusan dalam hal mediasi para pihak yang bermasalah dan memberikan pemahaman terkait titik temu dalam penyelesaian kasus. Tuha Peut melakukan mediasi konflik di gampong dengan menggunakan pendekatan personal dimana terbukti efektif dalam menyelesaikan perselisihan konflik keluarga. Pendekatan ini mencakup beberapa langkah penting yaitu membangun rasa percaya, memahami akar masalah, memfasilitasi komunikasi, dan menyusun kesepakatan tertulis.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Tuha Peut, Fungsi, Konflik Keluarga &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132475</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 12:42:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-24 09:07:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>