<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132417">
 <titleInfo>
  <title>PUSAT KEBUGARAN DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faisal Ridha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Pusat kebugaran di Banda Aceh ini merupakan suatu wadah kegiatan kebugaran kesehatan tubuh demi menjaga kebugarannya dan sebagai tempat penyaluran minat serta bakat bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Selain itu, pusat kebugaran ini juga berfungsi sebagai tempat kegiatan kebutuhan dasar setiap manusia, menjadi bagian yang tidak terpindahkan dari unsur-unsur eisma dan lingkungan binaan. Tujuan utara dari perancangan ini adalaah meniciptakan suatu wadah yang dapat menyadarkan masyaakat akan pentingnya berolah raga untuk menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran mereka. Untuk mencapai fungsi bangunan sebagai arana rekreasi, dibutuhkan tema yang manpu mencerminkan suasana rektreatif sehingga penulis memilih tema Arsitektur Rekreatif pada perancangan bangunan pusat kebugaran di Banda Aceh. Dalam proses perancangan diawali dengan pendekatan studi literatur, studi banding proyek scjenis dan studi lapangan. Tahap kemu dian melakukan identifikasi terhadap masalah yang timbul dalam proses peracangan dengan memperimbangkan luasan lahan, peraturan setempat, kriteria perancangan, ketinggian bangunan dan tuntutan perancangan. Permasalahan tersebtu dapat dianalisa secara lebih lanjut yang kemudian menghasilkan suatu konsep peralangan yang mempertimbangkan abjek lingkungan dan fisik bangunana. Hasil dari analisa di atas dijadikan suatu konsep pcrancangan dalam studio tugas akhir.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132417</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 10:39:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-23 10:40:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>