<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132301">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRAS ASAM SULFAT (H2SO4)  DAN WAKTU HIDROLISIS KULIT BUAH (PULP) KOPI TERHADAP KADAR GLUKOSA  UNTUK PEMBUATAN ETANOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Junaidi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Minyak bumi adalah sunber energi yang tidak dapat diperbaharui dan akan habis suatu saat nanti. Krisis energi telah memicu meningkatnya harga bahan bakar di pasar internasional,  oleh  karena  itu  penggunaan  minyak  bumi  sebagai  sumber  energi  perlu  dikurangi  untuk  menghindari  meningkatnya  krisis energi  dimasa yang akan  datang.  Salah  satu  contoh  limbah  pertanian  yang  sampai  saat  ini  belum  manfaatkan  adalah  timbah  kulit  buah  kopi  (pulp) Limbah kulit kopi adalah temasuk biomassa mengandung  lignoselulosa sangat dimungkinkan  untuk dimanfaatkan  menjadi sumber energi alternatif bioetanol. &#13;
               Penelitian ini dilaksanakm menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  3 x 4 yang terdiri atas dua faktor.  Faktor 1 yaitu  waktu hidrolisis (4 jenis: T1 =  15 menit, T2 = 30 menit, T3 = 45 mgiv dan T4 = 60 merit ). Faktor 11 yaitu konsentrasi Asam sulfat (3 taraf : Ci = 4 %, C2 = 6  %,  dan  C3  =  8 %).  Dengan  demikian  terdapat  12  kombinasi  perlakuan  dengan  2  ulangan,  sehingga terdapat 24 satuan percobaan.   Parameter yang diamati pada pembuatan etanol adalah&#13;
kadar glulrosa. analisis kimia  kadar air, kadar protein, serat kasar, kadar abuu dan kadar etanol). &#13;
               Dari  hasil  penelitian   ini  perlakuan  terbaik  yang  diperoleh  adalah  pada  kombinasi perlakuan  konsentrasi  asam  sulfat  8 %  dan  waktu  hidrolisis  60  menit  dengan  karakteristik  sebagai berikut  : kadar glukosa 7.472 %, kadar etanol  6.91  %,  sedangkan untuk bahan baku kadar air 12.107 %, kadar protein 13.52 %, serat kasar 21.079 %, kadar abu 8.218 %)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL WASTES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE- AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>363.728 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132301</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-20 16:15:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 12:15:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>