ANALISIS BIAYA TETAP DAN BIAYA VARIABEL DALAM KAITANNVA DENGAN PENGAMBLLAN KEPUTUSAN TERHADAP EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. PIM (PERSERO) LHOKSEUMAWE ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS BIAYA TETAP DAN BIAYA VARIABEL DALAM KAITANNVA DENGAN PENGAMBLLAN KEPUTUSAN TERHADAP EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. PIM (PERSERO) LHOKSEUMAWE ACEH UTARA


Pengarang

Evri Yenni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0111310146

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa biaya dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan, yaitu untuk mengetahui biaya-biaya yang dijadikan alternatif pengambilan keputusan sehingga perusahaan dapat melakukan efisiensi biaya produksi.
Penelitian ini dilakukan pada PT. PIM (Persero) Lhokseumawe Aceh Utara. Pengumpulan data keuangan yang diperlukan untuk penelitian diperoleh dari Biro Keuangan & Anggaran dan Biro Akuntansi, serta melalui wawancara dengan pihak terkait. Sedangkan metode data yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa PT. PIM mengklasifikasikan biaya ke dalam biaya tetap dan biaya variabel. Sedangkan analisa biaya hubungannya dengan pengambilan keputusan yang digunakan adalah biaya tetap seperti, biaya overhead pabrik. Biaya variabel tidak dimasukkan kedalam pengambilan keputusan karena sesungguhnya penekanan pada biaya variabel tidak dapat dilakukan. Hal ini disebabkan baik secara kwantitas maupun harga telah ditetapkan oleh Exxon selaku penyuplai gas yang ditunjuk oleh Pemerintah.
Dari volume penjualan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan maka dapat disimpulkan bahwa agar perusahaan tidak menimbulkan total biaya produksi akhir yang besar, maka manajer harus melakukan pengurangan pada biaya overhead pabrik, baik langsung maupun tidak langsung yang berpengaruh pada proses produksi. Biaya-biaya yang menjadi alternative pengambilan keputusan dalam melakukan penekanan seperti, biaya pemeliharaan pabrik, biaya operasional pabrik. hingga gaji tenaga keria tidak langsung. Contoh efisiensi biaya produksi perusahaan seperti biaya pemeliharaan pabrik tahun 2004, mengalami penurunan dengan jumlah Rp.16.020.561 dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.17.154.155.000. Semakin kecil total biaya: produksi yang timbul maka semakin besar pula laba yang diperoleh perusahaan. Hal, ini teriadi pada tahun 20.03, dengan total biaya produksi hanya Rp. 440.447.427.758,83 lebih rendah dibandingkan tahun 2002 dan tahun 2004, perusahaan memperoleh laba sebesar Rp. 97.588.839.137,88 lebih tinggi dibandingkan 2 tahun tersebut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK