Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI KELAYAKAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL AGR) DI KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA
Pengarang
Rahmat Ramadhan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0205101020029
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kesesuaian lahan dan
kelayakan ekonomi untuk pengembangan tanaman karet di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya dan dilaksanakan di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya mulai bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik survai yang dilakukan berdasarkan pengamatan lapangan, pengambilan sampel tanah mengacu pada satuan peta lahan (SPL). SPL dibuat dengan cara menumpang tindihkan (overlay) peta kelerengan, petajenis tanah dan peta penggunaan lahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 satuan peta lahan (SPL).
Satuan peta lahan yang tergolong kedalam sesuai (S2) untuk tanaman karet di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya terdapat pada satuan peta lahan (SPL) 8, 9 dan 10 dengan kelas lereng 8- 15 %. Faktor pembatas yang terdapat pada SPL tersebut adalah ketersediaan air (curah hujan dan lama bulan kering), retensi hara (kejenuhan basa), dan bahaya erosi (lereng). Laban yang termasuk kedalam sesuai marginal (S3) adalah terdapat pada satuan peta lahan 2, 5, 6 dan 7 dengan terdapat faktor pembatas retensi hara (kejenuhan basa dan pH H2O) dengan kelerengan 0 - 40 %. Kesesuaian lahan aktual tanaman Karet yang termasuk kedalam S3 adalah seluas 35.195 ha atau 39,47 % dari luas lokasi penelitian. Lahan secara aktual untuk tanaman karet tidak sesuai dikarenakan faktor pembatas yang sangat berat yaitu bahaya erosi dengan kelerengan > 40 %. Kelas Nini terdapat pada SPL 1, 3 dan 4 dengan luas 47.046 ha atau 52, 76 % dari luas areal penelitian.
Satuan lahan yang masih sesuai dan layak untuk dikembangkan tanaman karet di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya dengan pembatas ketersediaan air (curah hujan dan lama bulan kering), dan bahaya erosi (lereng). Kelas kesesuaian lahan aktual dengan kelas S2 dapat ditingkatkan kelas setingkat lebih tinggi dengan cara pemberian input teknologi dengan cara pembuatan teras, pengapuran, dan pemupukan. Kelas kesesuaian lahan dengan kelas S3 dapat ditingkatkan kelas kesesuaian menjadi S2 dengan pemberian input teknologi. Input yang diberikan berupa pembuatan teras sehingga pembatas-pembatas yang tersedia dapat diminimalkan.
Data produksi dari tanaman kelapa Karet menunjukkan nilai NBCR = 1,33
berarti setiap 1 satuan akan menghasilkan nilai produksi sebesar 133 kali lipat per hektamya, NPV = 12.192.739,-IRR = 10,83 % dan BEP terjadi pada tahun ke 7.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KELAYAKAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL AGR) DI KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA (Rahmat Ramadhan, 2024)
PENGARUH TRICHODERMA SPP. DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (RIGIDOPORUS MICROPORUS) PADA BIBIT KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG) (Harki Pratama, 2017)
KAJI EKPERIMENTAL PERFORMANSI MESIN DIESEL DENGAN PEMANFAATAN BAHAN BAKAR NABATI DARI BIJI KARET ( HEVEA BRASILIENSIS) (SAMSUL BAHRI, 2018)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KARET (HEAVEA BRASILIENSIS) DI KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA (Syabridal, 2014)
STUDI PENGEMBANGAN PENGOLAHAN IKAN ASIN DI DESA PATEK KECAMATAN SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA (Khori Suci Maifianti, 2021)