Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PENINGKATAN KOEFISIEN LIMPASAN DAN DEBIT PUNCAK DI DAERAH TANGKAPAN DANAU LAUT TAWAR
Pengarang
Armaya - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0005101021685
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Danau merupakan sumber air selain sumber air lainnya seperti sungai,
waduk, mata air dan lapisan air tanah. Danau Laut Tawar merupak:an danau yang terluas di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang kondisinya sekarang telah banyak mengalami perubahan, baik perubahan fisik dan lingkungan, seperti perubahan penggunaan lahan sehingga berakibat pada meningkatnya nilai koefisien limpasan dan debit puncak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan koefisien limpasan dan debit puncak yang pada beberapa sungai permanen di daerah tangk:apan Danau Laut
Tawar.
Penelitian ini di laksanak:an di daerah tangk:apan Danau Laut Tawar mulai dari bulan Mei 2006 sampai Juli 2006 dan analisis sedimen di lanjutkan di laboratorium Fisika Tanah dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif yang dikaitkan dengan perubahan penggunaan lahan yang dilaksanakan dengan teknik survai pada Sub DAS Wih Kebayakan, Sub DAS Wih Kenawat dan Sub DAS Wih Toweren. Pemilihan lokasi penelitian ini dengan mempertimbangkan bahwa ketiga sungai yang di teliti merupakan sungai permanen dan telah mengalami degradasi. Aspek yang diamati adalah perubahan penggunaan lahan tahun 1988 dan tahun 2005, koefisien limpasan, debit puncak dan laju sedimen.
Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan penggunaan lahan pada ketiga Sub DAS tersebut. Untuk Sub DAS Wih Kebayakan luas penggunaan lahan sawah berkurang dari 40,980 %, pemukiman bertambah 17,787 % dan kebun bertambah 23,194 %.Sub DAS Kenawat luas Penggunaan lahan sawah bertambah 1,846 %, pemukiman berkurang 0,458 %, hutan berkurang 16,953 %,
kebun bertambah 36,611 %, hutan pinus berkurang 22,611 % dan semak bertambah 1,556 %.Sub DAS Toweren luas Penggunaan lahan sawah berkurang
0,97 %, pemukiman bertambah 0,098 %, hutan berkurang 26,968 %, kebun bertambah 24,408 %, hutan pinus bertambah 0,559 % dan semak bertambah
1,891 %. Koefisien limpasan untuk Sub DAS Kebayakan meningkat dari 0, 29 pada tahun 1988 menjadi 0,39 pada tahun 2005. Sub DAS Kenawat dari 0,18 menjadi 0,32. Sub DAS Toweren dari 0, 11 menjadi 0,23, juga terjadi peningkatan debit puncak untuk setiap periode ulang. Sub DAS Kebayakan Periode Ulang 5 tahun 113,3532 m3/det, 10 tahun 125,9334 m3/det, 20 tahun 161,2560 m3/det dan
50 tahun 206,9780 m3/det. Sub DAS Kenawat Periode Ulang 5 tahun 156,8870 m3/det, 10 tahun 174,2987 m3/det, 20 tahun 22,5109 m3/det dan 50 tahun
286,4688 m3/det. Sub DAS Toweren Periode Ulang 5 tahun 152,6546 m3 /det, 10
tahun 159,5966 m3/det, 20 tahun 217,1661 m3/det dan 50 tahun 278,7406 m3/det.
Hubungan antara debit dan konsentrasi sedimen untuk masing-masing sub DAS dapat dijelaskan dengan menggunakan persamaan C= 187,418 Q1,25' (Sub DAS Wih Kebayakan), C = 86,875 Q 1,85 (Sub DAS Wih Kenawat) dan
C = 119,65 Q1 53 (Sub DAS Wih Toweren). Hubungan debit dan debit sedimen pada saat hujan dan tidak hujan dapat dijelaskan dengan menggunakan persamaan Qs= 0,319 09Q0,4096 (Sub DAS Wih Kebayakan), Qs = 0,564 09Q0,921(Sub DAS Wih
Kenawat) dan Qs = 1,047 Q0,2808 (Sub DAS Wih Toweran). Persamaan-persamaan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi debit makan semakin tinggi nilai konsentrasi sedimen dan debit sedimen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sub DAS yang diteliti telah mengalami degradasi, sehingga diperlukan upaya rehabilitasi daerah tangkapan dan pengaturan kembali pola penggunaan lahan diperlukan untuk memperkecil koefisien limpasan, debit puncak dan laju sedimen.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH TANGKAPAN AIR DANAU LAUT TAWAR TAHUN 2007-2015 (Marisa, 2016)
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI STUDI KASUS SUB DAS KRUENG SEULIMUEM, KRUENG KEUMIREU DAN KRUENG INONG (Jufriadi, 2016)
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP DAS KRUENG MEUREUDU DAN DEBIT PUNCAK DI DAS KRUENG MEUREUDU (Teuku Reza Pahlevi, 2024)
SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PASEE ACEH UTARA (Rauza Azkya, 2026)
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KOEFISIEN LIMPASAN DAN DEBIT PUNCAK DI SUB DAS KRUENG JREUE (Hilda Pratiwi, 2024)