<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132061">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN   PERUBAHAN   PENGGUNAAN   LAHAN   TERHADAP   PENINGKATAN KOEFISIEN   LIMPASAN  DAN  DEBIT  PUNCAK  DI  DAERAH   TANGKAPAN  DANAU  LAUT TAWAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Armaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Danau  merupakan  sumber  air  selain  sumber  air  lainnya  seperti  sungai,&#13;
waduk, mata air dan lapisan air tanah. Danau Laut Tawar merupak:an danau yang terluas  di Provinsi Nanggroe  Aceh  Darussalam,  yang kondisinya  sekarang  telah banyak   mengalami   perubahan,   baik  perubahan   fisik  dan  lingkungan,  seperti perubahan    penggunaan   lahan   sehingga   berakibat    pada   meningkatnya   nilai koefisien limpasan dan debit puncak.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perubahan  penggunaan  lahan terhadap  perubahan  koefisien  limpasan  dan  debit puncak  yang  pada  beberapa  sungai  permanen  di daerah  tangk:apan   Danau  Laut&#13;
Tawar.&#13;
&#13;
Penelitian ini di laksanak:an di daerah tangk:apan  Danau Laut Tawar mulai dari bulan Mei 2006 sampai Juli 2006 dan analisis sedimen   di lanjutkan di laboratorium  Fisika Tanah dan Lingkungan  Fakultas  Pertanian  Universitas  Syiah Kuala.  Penelitian   ini  menggunakan   metode  diskriptif yang  dikaitkan   dengan perubahan  penggunaan  lahan yang  dilaksanakan  dengan  teknik  survai pada Sub DAS  Wih  Kebayakan,   Sub  DAS  Wih  Kenawat  dan  Sub DAS  Wih  Toweren. Pemilihan  lokasi penelitian  ini dengan  mempertimbangkan bahwa  ketiga  sungai yang di teliti merupakan sungai permanen  dan telah mengalami degradasi.  Aspek yang  diamati  adalah  perubahan  penggunaan  lahan tahun  1988  dan  tahun  2005, koefisien  limpasan, debit puncak dan laju sedimen.&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan telah terjadi  perubahan  penggunaan   lahan pada ketiga Sub DAS tersebut. Untuk Sub DAS Wih Kebayakan  luas penggunaan lahan  sawah  berkurang  dari  40,980  %,  pemukiman   bertambah   17,787  %  dan kebun bertambah 23,194 %.Sub DAS Kenawat luas Penggunaan  lahan sawah bertambah  1,846 %, pemukiman  berkurang 0,458 %, hutan berkurang  16,953  %,&#13;
kebun   bertambah   36,611    %,   hutan   pinus   berkurang   22,611    %   dan   semak bertambah  1,556  %.Sub  DAS Toweren  luas  Penggunaan  lahan  sawah  berkurang&#13;
0,97  %,   pemukiman   bertambah   0,098  %,   hutan   berkurang  26,968   %,   kebun bertambah   24,408  %,   hutan  pinus  bertambah  0,559  %  dan  semak   bertambah&#13;
1,891   %.    Koefisien  limpasan  untuk  Sub  DAS Kebayakan  meningkat  dari  0, 29 pada  tahun   1988   menjadi  0,39  pada  tahun  2005.  Sub  DAS  Kenawat  dari  0,18 menjadi 0,32. Sub DAS Toweren  dari 0, 11  menjadi  0,23, juga terjadi  peningkatan debit  puncak  untuk  setiap  periode  ulang.  Sub  DAS  Kebayakan  Periode  Ulang  5 tahun  113,3532  m3/det,  10  tahun  125,9334  m3/det,  20 tahun  161,2560  m3/det  dan&#13;
50 tahun  206,9780  m3/det.  Sub  DAS  Kenawat  Periode  Ulang  5  tahun  156,8870 m3/det,   10  tahun   174,2987   m3/det,  20  tahun  22,5109   m3/det   dan  50  tahun&#13;
286,4688 m3/det.  Sub DAS Toweren Periode Ulang 5  tahun  152,6546  m3 /det,  10&#13;
tahun 159,5966 m3/det, 20 tahun 217,1661  m3/det dan 50 tahun 278,7406 m3/det.&#13;
Hubungan antara debit dan konsentrasi sedimen untuk masing-masing sub DAS dapat dijelaskan dengan menggunakan persamaan   C= 187,418 Q1,25' (Sub DAS  Wih  Kebayakan),     C  =  86,875 Q 1,85  (Sub  DAS  Wih  Kenawat)  dan&#13;
C =  119,65  Q1 53  (Sub DAS Wih Toweren).  Hubungan debit dan debit sedimen pada saat hujan dan tidak hujan dapat dijelaskan dengan menggunakan persamaan Qs=  0,319 09Q0,4096 (Sub DAS Wih Kebayakan), Qs =  0,564 09Q0,921(Sub DAS Wih&#13;
Kenawat)  dan  Qs  =     1,047   Q0,2808  (Sub  DAS  Wih  Toweran).   Persamaan-persamaan tersebut mengindikasikan  bahwa semakin tinggi debit makan semakin tinggi nilai konsentrasi sedimen dan debit sedimen.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sub DAS yang diteliti telah mengalami  degradasi,  sehingga  diperlukan  upaya  rehabilitasi  daerah  tangkapan dan pengaturan  kembali  pola  penggunaan  lahan diperlukan  untuk  memperkecil koefisien limpasan, debit puncak dan laju sedimen.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132061</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-19 15:49:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-19 15:54:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>