PENGARUH PENGGUNAAN JARING KAWAT (WIRE MESH) PADA FLAT PLATE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN FLAT PLATE DALAM MENAHAN GAYA GESER PONS (SUATU PENELITIAN DENGAN KUAT TEKAN KARAKTERISTIK BETON 40 MPA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN JARING KAWAT (WIRE MESH) PADA FLAT PLATE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN FLAT PLATE DALAM MENAHAN GAYA GESER PONS (SUATU PENELITIAN DENGAN KUAT TEKAN KARAKTERISTIK BETON 40 MPA)


Pengarang

Rahmanullah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941111027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lapisan jaring kawat (wire mesh) terhadap peningkatan kekuatan flat plate dalam menahan gaya geser pons dengan kuat tekan beton rencana sebesar 40 MPa. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalch 3 buah slab beton bertulang berdimensi 1500mm x 1500 mm x 140 mm dengan kepala kolom (co/um head) berukuran 200 mmx 200 mm x 200 mm langsung dicor monolit pada slab. Slab menggunakan 3 lapis dan 4 lapis wire mesh (masing-nasing 2 mangkap wire mesh) serta tanpa wire mesh. Mutu beton dikontrol melalui benda uji silinder standar sebanyak 12 buah dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Tulangan lentur yang digunakan adalah baja polos diameter 10 mm dan tulangan geser digunakan wire mesh 1000 mm x 1000 mm dengan diameter kawat 0,95 mm dan jarak antara as kawat 19,05 mm. Faktor air semen yang digunakan adalah 0,35 dengan tinggi slump 150 - 175 mm, diameter agregat maksimum 19,05 mm dan dilakukan penambahan aditif sika viscocrete 5 sebesar 0,85% - 1,2% dari jumlah semen yang digunakan. Pengujian jlate plate dilakukan pada saat mutu beton mencapai kisaran 40 MPa, dalam hal ini terjadi pada saat benda uji berumur 6 hari - T hari dimana sebelumnya dilakukan pengujian terhadap benda uji kontrol kuat tekan beton. Pengujian geser pons padajlat plate dilakukan dengan memberikan beban terpusat dalam arah vertikal pada kepala kolom ditengah bentang slab. Keempat sisi slab ditumpu pengaku dari baja diameter 1 ¼". Pembebanan diberikan secara bertahap sampai slab mengalami keruntuhan. Data yang diperoleh adalahbeban bertahap, beban ultimit, regangan baja, regangan beton, serta diamati pola retak yang terjadi pada setiap tahap pembebanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slab yang tidak diberikan lapisan wire mesh, geser pons terjadi pada daerah 0,85d (jarak dari sisi luar kepala kolom hingga batas lintasan retak utama pada bagian tengah tinggi slab) dengan beban ultimit 45 ton. Pola retak pada benda uji wire mesh tanpa penulangan menunjukkan keruntuhan campuran geser pons dan lentur (flexural). Pada slab yang dipasangkan penulangan 3 lapis wire mesh, geser pons terjadi pada daerah 0,92d dengan beban ultimit yang dicapai slab sebesar46,53 ton. Pada slab yang dipasangkan penulangan lapis wire mesh geser ponsterjadi di daerah 0,97d dan beban ultimit yang dicapai slab sebesar 46,57 ton. berdasarkan pola retak yang terjadi pada kedua benda uji yaitu dengan penulangan3 lapis dan 4 lapis wire mesh menunjukkan keruntuhan yang terjadi pada slab cenderung pada geser pons dengan daktilitas yang baik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK