Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA (STUDI KASUS PADA LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN DALAM TANAH)
Pengarang
Nailil Muna - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0404101010108
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK Laporan Tugas Akhir ini merupakan hasil penelitian mengenai pengaruh penggunaan serat tebu terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton pada lingkungan yang berbeda. Pengujian dilakukan terhadap 200 buah benda uji silinder. Agar lebih ekonomis, digunakan cetakan silinder beton diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Beton menggunakan faktor air semen 0,50. Persentase serat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2% dari volume beton. Serat tebu yang digunakan dipotong dengan panjang 25 mm. Perawatan beton untuk semua benda uji pada awalnya dilakukan pada lingkungan standar ASTM C.39-94 (LS) selarna 28 hari, kemudian masing-masing benda uji diletakkan pada lingkungan terlindung (LT), lingkungan tidak terlindung (LTT) dan lingkungan tenimbun dalam tanah (LTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kuat tekan beton tanpa serat (BN) terbesar terjadi pada kondisi LT umur 3 bulan sebesar 90,70% dan penurunan kuattekan BN terbesar terjadi pada kondisi LTN umur I buIan sebesar 32,56%, dibandingkan dengan kuat tekan BN pada kondisi LS umur perawatan 28 hari (0bulan). Peningkatan kuat tekan beton serat (BS) terbesar terjadi pada kondisi LTNumur 2 bulan sebesar 37,10% dan penurunan kuat tekan BS terbesar terjadi pada kondisi LTT umur 1 bulan sebesar -25,81%, dibandingkan dengan kuat tekan BS pada kondisi LS umur perawatan 28 hari (0 bulan). Peningkatan kuat tarik belah BN terbesar terjadi pada kondisi LT umur 3 bulan sebesar 68,00% dan penurunan kuattarik belah BN terbesar terjadi pada kondisi LTN umur 1 bulan sebesar 16%, dibandingkan dengan kuat tarik belah BN pada kondisi LS umur perawatan 28 hari (0 bulan). Peningkatan kuat tarik belah BS terbesar terjadi pada LT umur 3 bulan sebesar 30,77% dan penurunan kuat tarik belah BS terbesar terjadi pada LTN umur 3bulan sebesar -3,85%, dibandingkan dengan kuat tarik belah BS pada kondisi LS umur perawatan 28 hari (0 bulan). Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan perawatan beton mempengaruhi kuat tekan dan kuat tarik belah beton serat tebu.
Kata kunci : serat tebu, kuat tekan, kuat tarik belah, lingkungan, perawatan beton.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT TEBU (STUDI KASUS LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN TANAH) (Maulidia sari, 2025)
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA (STUDI KASUS PADA LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN DALAM TANAH) (Nailil Muna, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAB BETONRNPADA LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN DALAM TANAH (JULHAM AKSAR, 2024)
PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA (Nadya Rayyana, 2017)
PENGARUH PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI PADA LINGKUNGAN BERBEDA (Balqis Pratami Sartono, 2019)