<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="132043">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN JENIS DAN KONSENTRASI BAKTERI TERHADAP KAPASITAS LENTUR BETON MUTU TINGGI DENGAN KEMAMPUAN SELF HEALING CONCRETE (SHC)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andri Prima Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Defleksi dan keretakan beton selalu dipengaruhi oleh kapasitas lentur. Beton mutu tinggi cenderung memiliki panas hidrasi tinggi, sehingga rentan terjadi retakan mikro, oleh karena itu diperlukan perawatan sejak dini. Teknik self-healing concrete menjadi metode yang dapat digunakan untuk menyembuhkan retakan beton. Metode penyembuhan ini melibatkan bakteri pada campuran beton yang aktif ketika terjadi keretakan dengan menghasilkan kalsit (CaCO3) yang berfungsi untuk menutup keretakan. Sifat beton yang lemah terhadap gaya tarik memungkinkan terjadinya retakan mikro dan dapat merambat menjadi retakan makro apabila retakan tersebut tidak terdeteksi. Sehingga muncul inovasi yang disebut dengan self-healing concrete (SHC), yaitu beton dapat menutupi retakan mikro secara mandiri tanpa adanya perlakuan dari manusia. Pada penelitian ini digunakan bakteri genus Bacilus sp, genus Staphylococcus sp, dan genus Solibacilus sp. Bakteri ini memiliki sifat endosfora yang tahan terhadap kondisi ekstrim seperti panas, kekeringan, dan zat kimia meskipun dalam keadaan tidak aktif. Benda uji yang digunakan yaitu balok dengan panjang 400 mm, lebar 100 mm, dan tinggi 100 mm, yang diberi satu buah besi ulir diameter 10 mm. Variasi  campuran bakteri yang digunakan 0%; 0,5%; 0,6% dan 0,7% dari berat semen dan kapsul bakteri 10% dari berat agregat halus. Total benda uji sebanyak 50 buah, pengujian tahap awal setelah beton berumur 7 hari diberikan beban sebesar 70% mutu rencana (50 MPa) untuk memberikan retakan pada beton, kemudian dilakukan perawatan selama 21 hari setelah pemberian retak awal untuk melihat proses self-healing secara visual pertumbuhan Kalsit. Hasil kapasitas lentur rata-rata tertinggi didapatkan pada variasi beton dengan bakteri genus Bacillus sp 0,6% sebesar 6,34 ton dengan panjang kalsit rata-rata 41,00 mm. Dalam menganalisa karakterisasi struktur atom dari beton bakteri dilakukan pengujian XRD. Hasil pengujian menunjukkan beton bakteri genus Bacillus sp dengan persentase fase amorf paling tinggi yaitu 82,63% dan mengandung senyawa kalsit sebanyak 33,66%. &#13;
&#13;
Kata kunci : 	Beton mutu tinggi, self-healing concrete, genus Bacillus sp, genus &#13;
             	Staphylococcus sp, genus Solibacillus sp, Kalsit, XRD.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>132043</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-19 15:20:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-19 15:24:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>