Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS DEBIT RENCANA METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIK (HSS) NAKAYASU UNTUK MENENTUKAN ANGKA DESAIN DRAINASE LAHAN KERING INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Alvina Nabila - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Devianti - 197105101999032004 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2005106010011
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : ., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perancangan saluran drinase merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil dari pertanian. Dimana perancangan ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi terjadinya kegagalan panen yang dapat diakibatkan oleh air yang berlebih/limpasan, dikarenakan saluran drainase yang baik dan ekonomis masih sangat kurang ditemukan di lahan pertanian kering. Selain itu pentingnya dilakukan perancangan saluran drainase ini supaya debit atau limpasan bisa dan mampu ditampung oleh saluran sehingga tidak terjadinya penguapan. Dalam menentukan angka desain drainase pada suatu lahan dilakukan dengan cara menghitung debit rencana untuk dijadikan patokan dalam perancangan saluran drainase, sehingga nantinya saluran tersebut bisa dan mampu menampung debit/limpasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis debit rencana Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu untuk menentukan angka desain drainase lahan pertanian kering indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu untuk menentukan debit rencana.
Penelitian ini menggunakan data curah hujan 10 tahun (2014-2023) dengan pemilihan data partial series, dimana dalam satu tahun diambil lima data tertinggi sehingga jumlah data yang dianalisis 50 data curah hujan. Langkah pertama yang dilakukan dalam menentukan angka desain drainase yaitu menghitung nilai dari parameter statistika untuk menentukan distribusi yang sesuai dengan tabel syarat distribusi, yang kemudian dijadikan acuan dalam menentukan curah hujan rencana. Setalah itu menetukan debit rencana menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Dimana debit rencana menjadi perkiraan untuk menentukan angka desain drainase yang bisa dan mampu mengalirkan debit hitung dengan kata lain debit yang dialirkan oleh saluran (Qh) lebih besar dari debit rencana (Qr) (Qr ≤ Qh).
Distribusi yang sesuai dengan tabel syarat distribusi adalah distribusi Log Person Type III yang dijadikan acuan dalam menentukan curah hujan rencana. Curah hujan yang didapatkan pada periode ulang 2 tahun yaitu sebesar 61,7314 mm/hari, periode ulang 5 tahun sebesar 81,7681 mm/hari, periode ulang 10 tahun sebesar 94,7060 mm/hari. Sedangkan debit rencana yang didapatkan pada periode ulang 2 tahun sebesar 31,1470 m3/det, periode ulang 5 tahun sebesar 41,2566 m3/det, periode ulang 10 tahun sebesar 47,7845 m3/det.Pada periode ulang 10 tahun angka desain drainase yang didapatkan yaitu lebar atas (a) sebesar 16,38 m, lebar bawah (b) sebesar 3,66 m, ketinggian penampang (Y) sebesar 3,17 m, kemiringan dasar drainase (m) 1 : 0,5, jari-jari hidrolis (R) 113 m, keliling basah (P) 17,88 m dan free board (F) sebesar 1,26 m pada luasan lahan sebesar 323 ha. Sehingga debit hitung yang didapatkan yaitu sebesar 47,7848 m3/det hal ini menyatakan bahwa Qr ≤ Qh (47,7845 m3/det≤ 47,7848 m3/det).
Designing drainage channels is one of the efforts made to increase agricultural output. Where this design is very important to reduce the occurrence of crop failure which can be caused by excess water/runoff, because good and economical drainage channels are still very lacking in dry agricultural land. Apart from that, it is important to design the drainage channel so that the discharge or runoff can and is able to be accommodated by the channel so that evaporation does not occur. Determining the drainage design figures for a land is done by calculating the planned discharge to be used as a benchmark in designing drainage channels, so that later the channel can and will be able to accommodate the discharge/runoff. The aim of this research is to analyze the planned discharge of the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph Method (HSS) to determine the drainage design figures for Indrapuri dry agricultural land, Aceh Besar Regency. The research method used is the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method to determine the planned discharge. This research uses 10 years of rainfall data (2014-2023) with the selection of partial series data, where in one year the five highest data are taken so that the total data analyzed is 50 rainfall data. The first step taken in determining the drainage design figures is calculating the values of the statistical parameters to determine the distribution in accordance with the distribution requirements table, which is then used as a reference in determining the planned rainfall. After that, determine the planned discharge using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method. Where the planned discharge is an estimate to determine the drainage design figure that can and is capable of carrying the calculated discharge, in other words the discharge flowed by the channel (Qh) is greater than the planned discharge (Qr) (Qr ≤ Qh). The distribution that is in accordance with the distribution requirements table is the Log Person Type III distribution which is used as a reference in determining planned rainfall. The rainfall obtained in the 2 year return period was 61.7314 mm, the 5 year return period was 81.7681 mm, the 10 year return period was 94.7060 mm. Meanwhile, the planned discharge obtained in the 2 year return period is 31.1138 m3/sec, the 5 year return period is 41.2127 m3/sec, the 10 year return period is 47.7337 m3/sec. In the 10 year return period the drainage design figures are The results obtained are the top width (a) of 31.86 m2, bottom width (b) of 5.15 m, cross-section height (y) of 4.46 m, drainage base slope (m) 2%, hydraulic radius (R ) 30.01 m, wet perimeter (P) 25.08 m and free board (F) 1.49 m.
ANALISIS DEBIT RENCANA METODE HASPERS UNTUK MENENTUKAN ANGKA DESAIN DRAINASE LAHAN PERTANIAN KERING KECAMATAN SEULIMEUM (Sarah Nadia, 2024)
ANALISIS DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU DAN SOIL CONSERVATION SERVICE (SCS) PADA SUNGAI KRUENG KALA ACEH BESAR (TUWANKU FARHAN ABIEL, 2022)
ANALISIS PENELUSURAN BANJIR (FLOOD ROUTING) OUTFLOW PELIMPAH BENDUNGAN RUKOH TERHADAP KAPASITAS SUNGAI KRUENG RUKOH KABUPATEN PIDIE (GEBIE FIRMAN KHALIQ, 2022)
KAJIAN PENELUSURAN BANJIR (FLOOD ROUTING) TERHADAP KAPASITAS TAMPUNGAN SUNGAI DI HILIR WADUK KEUREUTO KABUPATEN ACEH UTARA (Rais Buldan, 2016)
PEMILIHAN DISTRIBUSI WAKTU CURAH HUJAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP DEBIT BANJIR RENCANA (LOKASI DAS KRUENG BABAHROT ACEH BARAT DAYA) (Marzuki, 2025)