<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131953">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmat Timour</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Perilaku balok beton bertulang pada keadaan runtuh karena geser sangat berbeda dengan keruntuhan karena lentur. Balok yang hancur karena geser kehancurannya secara tiba-tiba (getas) tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku geser balok beton busa (foamed concrete) bertulang menggunakan serat nylon sebagai bahan tambah, kuat tekan f,=23,727 MPa dengan Spesifie Gravity (SG) 1,6 dan faktor air semen (FAS) 0,4. Penelitian ini dilakukan pada 3 buah balok berukuran (15 x 30 x 150) cm untuk a/d = 1,7; (15 x 30 x 180) cm untuk a/d = 2,3 dan (15 x 30 x 220) cm untuk a/d = 3,1 dengan penambahan serat 0,2% (panjang 2,5 cm dan diameter 0,35 mm) untuk masing-masing balok yang direncanakan gagal geser. Mutu baja yang digunakan adalah 415,3 MPa untuk tulangan tarik, sedangkan tulangan pengikat tidak diperlukan karena tidak masuk dalam perhitungan. Jumlah tulangan tarik yang digunakan adalah 3 batang baja ulir dengan diameter 15,6 mm, sedangkan untuk tulangan pengikat digunakan 2 begel berdiameter 7,6 mm yang diletakkan sesuai jarak tiap tumpuan masing-masing balok. Pengujian dilaksanakan di Laboratorium Konstruksi dan Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rasio a/d sangat mempengaruhi tingkat beban dan lendutan yang bisa diterima oleh balok. Behan yang diperoleh balok BRBB - a/d = 1,7 adalah 12,4 ton dengan lendutan 0,249 cm, BRBB- a/d = 2,3adalah 6,74 ton dengan lendutan 0,390 cm dan BRBB- a/d= 3, I adalah 4,2 dengan lendutan 0,454 cm. Pola kehancuran yang didapat sesuai dengan perencanaan yaitu kehancuran geser tekan untuk balok BRBB a/d = 1,7 ; BRBB a/d = 2,3 dan kehancuran geser lentur untuk balok BRBB a/d = 3,1.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE BLOCKS - BUILDING CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>693.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131953</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-19 11:03:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-05 14:51:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>