<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131919">
 <titleInfo>
  <title>KAMPUNG NELAYAN WISATA DI LABUHAN HAJI ACEH SELATAN (TEMA:</title>
  <subTitle>ECO VILLAGE)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Qurratul Aini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Kondisi pelabuhan perikanan di daerah pasca bencana Nasional Gempa Bumi dan Tsunami tanggal 26 Desember2006 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap proses pendistribusian penikanan di daerah ini. Akibatnya kondisi pasar dari hari ke hari semakin mengkhawatirkan dengan keadaan yang kurang menarik, bau amis, dan terkesan jorok dengan sampah buangan yang terus menumpuk. Dengan melihat fenomena tersebut dibutuhkan suatu pemecahan masalah berupa pengembangan Kampung Nelayan menjadi fasilitas perdagangan perikanan yang lebih baik, efektif dan efisien sebagai wadah pemasaran komoditi perikanan Pengembangannya dilakukan dengan pembangunan kembali kawasan perdagangan ikan semula dengan memanfaatkan potensi lingkungan secara maksimal seperti area rekreasi lokal dan pelabuhan penyebrangan sebagai sarana penunjang pemasaran komoditi perikanan, dan unsur-unsur kelautan lainnya sebagai penunjang, sehingga dapat meningkatkan citra kawasan sebagai kawasan wisata perikanan. Kampung Nelayan wisata yang berdokasi di Labuhan Hajj Aceh Selatan ini dilengkapi berbagai fasilitas, yaitu; fasilitas hunian, fasilirtas perdagangan, fasilitas pelabuhan, fasilitas pengelola, fasilitas wisata, dan fasilitas umum sebagai penunjang. Penataan tapak dari berbagai fasilitas ini diatur berdasarkan tema Eco Village karena pentingnya kesinambungan kehidupan manusia dengan lingkungannya yang merupakan sumber kehidupan bagi manusia yang renewable(terbaharui) Proses perancangan ini dilakukan dengan berbagai pendekatan, yaitu pengumpulan data melalui literatur, observasi dan asumsi serta melalui analisis aspek manusia, aspek fisik, dan aspek eksternal. Dari pendekatan tersebut diperoleh konsep rancangan sebuah Kampung Nelayan yang akan mengangkat sifat alam (potensi alam) yaitu unsur natural ke dalam perancangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-19 09:59:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-19 10:00:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>