PENGARUH KEDALAMAN TANAM DAN KEMASAKAN BUAH TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH NANGKA (COARSE AGGREGATE L...) TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KEDALAMAN TANAM DAN KEMASAKAN BUAH TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH NANGKA (COARSE AGGREGATE L...) TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON


Pengarang

Teuku Munawar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101010075

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan batu apung sebagai pengganti kerikil terhadap sifat mekanis beton serta membandingkan hasil yang didapat dengan beton normal. Penelitian ini menggunakan semen portland tipe I dengan tiga faktor air semen (FAS) yaitu 0,35; 0,45; dan 055 serta diameter maksimum agregat yang digunakan yaitu 19,1 mm. Pengujian sifat mekanis beton meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur. Jumlah keseluruhan benda uji yang digunakan adalah 63 buah. Pacla pengujian kuat tekan digunakan 3 benda uji yang berbeda yaitu silinder berdiameter 10 cm; tinggi 20 cm sebanyak 27 buah, benda uji silinder 15 cm; tinggi 30 cm sebanyak 9 buah dan kubus berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 9 buah. Untuk pengujian kuat tarik belah menggunakan silinder berdiameter I5 cm; tinggi 30 cm sebanyak 9 buah, dan pengujian kuat tarik lentur menggunakan benda uji berukuran 10 cm x l 0 cm x 40 cm sebanyak 9 buah. Dari hasil pengujian kuat tekan, menunjukkan bahwa adanya peningkatan kuat tekan terhadap umur beton pada tiap FAS dan mengalami penurunan kuat tekan pada FAS terbesar. Sebagaimana beton normal, kuat tekan beton beragregat batu apung mempunyai hubungan berbanding lurus dengan umur beton, akao tetapi berbanding terbalik dengan nilai FAS. Kuat tekan beton beragregat batu apung mengalami penurunan sebesar 5% sampai dengan 15% terhadap kuat tekan beton normal. Kuat tarik belah beton mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan nilai FAS. Nilai kuat tarik belah yang terbesar yaitu sebesar 32,067 kg/cm dan terendah 26,172 kg/cm. Beda halnya dengan kuat tekan dan kuat tarik belah beton, nilai kuat lentur beton mempunyai hubungan berbanding lurus terhadap nilai FAS. Nilai kuat tarik lentur yang terbesar yaitu sebesar 50,933 kg/cm dan terendah 43,333 kg/cm.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK