KAJIAN PENERAPAN STANDAR PELAKSANAAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG PADA BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PENERAPAN STANDAR PELAKSANAAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG PADA BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR)


Pengarang

Azzumar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0141110020

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK Gempa bumi yang melanda Provinsi Nangroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu telah menyebabkan keruntuhan beberapa konstruksi gedung, umumnya gedung yang runtuh merupakan gedung yang mengalami penambahan struktur ke atas, seperti gedung Pantee Pirak Swalayan dan gedung pertokoan yang umumnya dibangun tanpa desain dlan perencanaan yang matang. DaJam hal ini perlu dilakukan suatu kajian mengenai pelaksanaan jasa konstruksi yang sesuai dengan rencana kerja dan syarat yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan sebuah proyek. Kajian difokuskan pada pemahaman serta penerapan rencana kerja dan syarat dalam setiap kegiatan proyek. Lingkup kajian meliputi penerapan RKS pada pelaksanaan proyek di Kata Banda Aceh dan Aceh Besar Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Terna atau permasaJahannya adalah sejauh mana penerapan standar pelaksanaan yang digunakan oleh penyedia jasa konstruksi dalam pelaksanaan suatu proyek. Pemecahan masalah dilakukan dengan analisa deskriptif. Sasaran yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh suatu masukan mengenai penerapan standar pelaksanaan konstruksi beton bertulang pada gedung yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi gedung pasea gempa 26 Desember 2004. Pengolahan dan analisis data memakai metode deskriptif sederhana yang berarti permasalahan yang diteliti digambarkan secara terurai dan disertai analisa yang bertujuan untuk mencari pengertian yang lebih luas (hasil ditampilkan dalam bentuk diagram lingkaran dan diagram batang). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah umumnya responden 78% dapat membaca, memahami clan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bestek dan gambar besek, dan melaksanakan proyek sesuai ketentuan-ketentuan yang diatur dalam bestek, yang dapat mencerninkanprofesionalitas pelaksana proyek tersebut. Pengaruh yang paling dominan bencana alam 26 Desember 2004 yang lalu bagi usaha responden adalah dalam bidang finansial.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK