<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131825">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI  POTASSIUM KARBONAT  DAN LAMANYA  PROSES  ALKALISASI TERBADAP  MUTU  BUBUK  KAKAO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riqma Rezkiyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan   Indonesia  yang  memiliki  peranan  penting  sebagai  komoditas  non migas serta mendorong  pengembangan  wilayah dan pengembangan  agroindustri. Kakao di Indonesia dibudidayakan dalam bentuk perkebunan yang mengalami perkembangan  pesat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Pada tahun 2002 areal perkebunan kakao Indonesia tercatat seluas 914.0511    ha (BP3, 2005).&#13;
Pengolahan   hasil  kakao  memiliki  prospek  serta  nilai  jual  yang  tinggi dengan memanfaatkan berbagai olahan produk kakao yang mampu mengantisipasi aspek   akan   penurunan   hasil   produksi   atau   panen   buah   dan   biji   kakao. Diversifikasi produk olahan  biji kakao terdiri dari lemak kakao, pasta kakao dan bubuk kakao.&#13;
Kandungan   lemak   kakao  yang  tinggi   (50-55%)   menyebabkan   proses&#13;
&#13;
pemisahan  lemak diutamakan dengan pengepresan mekanis. Namun proses pengepresan  ini masih menyisakan lemak yang tinggi pada bubuk sehingga menimbulkan   efek  kerusakan   seperti   ketengikan   selama   penyimpanan.   Pada penelitian   ini   dilakukan   perlakuan   awal   yaitu   mengoptimalkan    penurunan kandungan   lemak  dengan   metode   ekstraksi.   Faktor   lain   yang   berpengaruh terhadap  bubuk kakao yaitu  penampakan  wama  bubuk kakao yang kurang  baik. Untuk  memperbaiki  warna  bubuk  perlu  dilakukan  proses  alkalisasi.  Alkalisasi pada   bubuk   dilakukan   dengan   melihat   konsentrasi   penggunaan    potassium karbonat dan lama alkalisasi sehingga didapatkan   karakteristik bubuk kakao yang baik dan disukai oleh masyarakat.&#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  variasi  konsentrasi&#13;
potassium  karbonat  dan lamanya alkalisasi terhadap perbaikan  karakteristik  mutu bubuk kakao.&#13;
Penelitian  ini  dilakukan  menggunakan  Rancangan  Acak Kelompok  (RA K) pola  faktorial  yang  terdiri  atas  dua  perlakuan  (2)  yaitu    konsentrasi   potassium karbonat   (2%,  2,5%,   3%)  dan   waktu   alkalisasi   (15,   30,  45   menit).   Dengan demikian  terdapat  9 kombinasi  perlakuan dengan  3 ulangan  sehingga  diperoleh  27 satuan  percobaan.  Param eter yang diamati  pada bubuk  kakao adalah  kadar  lemak, kadar  air,  pH, uji  kelarutan,  uji  hedonik  (aroma dan warna),  uji  deskripsi  (aroma), uji  perbandingan  jamak (aroma dan warna)  dan intensitas warna  .&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  penambahan   konsentrasi  potassium karbonat  berpengaruh  sangat  nyata &#13;
 (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-18 15:32:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-18 15:32:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>