PENGARUH TINGKAT KEMASAKAN BUAH DAN METODE EKSTRAKSI BENIH TERHADAP VIABILITAS BENIH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH TINGKAT KEMASAKAN BUAH DAN METODE EKSTRAKSI BENIH TERHADAP VIABILITAS BENIH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)


Pengarang

Cut Rosmidar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051110137

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium llmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, mulai dari tanggal 2 September sampai dengan 25 Desember 2004. Benih kakao yang diteliti diperoleh dari petani di Desa Suka Damai Kecamatan Saree, Aceh Besar. yang terdiri atas beberapa tingkat kemasakan berdasarkan perubahan warna kulit buah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemasakan buah dan metode ekstraksi benih untuk meningkatkan viabilitas benih kakao, serta unruk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial.

Terdapat dua faktor yang diteliti yaitu tingkat kemasakan dan metode ekstraksi. Faktor tingkat kemasakan terdiri atas 3 taraf yaitu tingkat kemasakan yang telah terjadi perubahan warna dari hijau ke kuning pada alur buah, tingkat kemasakan yang telah terjadi perubahan warna pada alur dan punggung buah, dan tingkat kemasakan yang telah terjadi perubahan warna pada seluruh permukaan buah. Faktor metode ekstraksi terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa ekstraksi, ekstraksi dengan abu gosok, ekstraksi dengan pasir, dan ekstraksi dengan perendaman dalam air kapur sirih. Setiap kombinasi perlakuan mempunyai 3 ulangan, sehingga terdapat 36 satuan percobaan dan pada setiap satuan percobaan digunakan 25 butir benih kakao.
Peubah yang diamati adalah viabilitas potensial, yaitu potensi tumbuh, daya berkecambah, vigor kekuatan tumbuh, yaitu kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan berat kering kecambah normal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa. tingkat kemasakan buah kakao berdasarkan warna kulit buah yang berbeda, tidak berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh, namun berpengaruh nyata terhadap berat kering kecambah normal. Kecambah normal yang terberat dijumpai pada tingkat kemasakan yang ditandai dengan perubahan warna pada alur dan punggung buah. Metode ekstraksi berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh, namun tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan berat kering kecambah normal. Potensi tumbuh yang tertinggi dijumpai pada metode ekstraksi yang menggunakan abu gosok. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara tingkat kemasakan buah dan metode ekstraksi benih terhadap semua peubah yang diamati.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK