Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PERBANDINGAN AKTIFATOR JAMUR PELAPUK PUTIH DAN EM4 PADA PROSES PENGOMPOSAN (DEGRADASI) TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
Pengarang
Andi Firmansyah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0041323162
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Limbah padat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) mcrupakan produk samping yang dihasilkan oleh industri pemgolahan minyak kelap sawit (CPO), produk samping ini mehyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh sebab itu limbah tersebuut perlu diupayakan pengelolaan dan pengolahan lebihi lanjut yang dapat bermanfaat bagi lingkungan terutama bagi kesuburan tanah dengan cara mengubah tandan kosong kelapa sawit menjadi pupuk organik. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencampur tandan kosong kelapa sawit dengan aktivator jamur pelapuk putih dan EM-4, dengan memfariasikan jumlah pellet jamur dan waktu tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi proses yang baik dengan membandingkan dua jenis aktivator yaitu jamur pelapuk putih dan EM-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya penambahan jumlah pellet jamur pelapuk putih dan EM-4 yang ditambahkan seiring dengan bertambahnya waktu pengomposan berpengaruh pada basil kompos yang diperoleh, hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya nilai N, P, K yang diperoleh, nilai hara yang tertinggi diperoleh dengan menggunakan aktivator jamur pelapuk putih pada penambahan 25 gram untuk hara N 3,78%, P 3,45%, dan untuk K 5,37%, sedeangkan untuk penggunaan aktivator EM-4 diperolah nilai hara N 3,50%, P 2.58%, dan K 5,28% untuk waktu 4 (empat) bulan pada penggunaan kedua aktivator. Nilai rasio C/N yang sesuai dengan SNI adalah 14,80 untuk jamur pelapuk putih pada 25 gram dan untuk EM-4 diperoleh nilai CIN 12,03 untuk penggunaan 25 ml, diperoleh pada bulan ke-3 (tiga).
Kata Kunci : Pupuk organik, TKKS, Perbandingan. EM-4, Jamur pelapuk putih, CIN rasio
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI PERBANDINGAN AKTIFATOR JAMUR PELAPUK PUTIH DAN EM4 PADA PROSES PENGOMPOSAN (DEGRADASI) TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Andi Firmansyah, 2024)
EFEK UKURAN BARANG, MASSA ORGADEC DAN WAKTU PENGOMPOSAN TERHADAP KUALITAS PRODUKSI PUPUK ORGANIK DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) (Hermansyah, 2024)
EFEK UKURAN BAHAN, MASSA ORGADEC DAN WAKTU PENGOMPOSAN TERHADAP KUALITAS PRODUKSI PUPUK ORGANIK DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) (Febrosa Amal Putra, 2024)
PEMANFAATAN JAMUR PELAPUK PUTIH (PHANEROCHAETE CHRYSOSPORIUM) SEBAGAI MIKROORGANISME PENGURAI PADARNPROSES PENGOMPOSAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Yuli Rahmawati, 2024)
PEMANFAATAN JAMUR PELAPUK PUTIH (PHANEROCHAETE CHRYSOSPORIUM) SEBAGAI MIKROORGANISME PENGURAI PADARNPROSES PENGOMPOSAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Chairunnisak, 2024)