KIPRAH CUT NYAK DHIEN DALAM PERANG BELANDA DI ACEH 1873-1908 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KIPRAH CUT NYAK DHIEN DALAM PERANG BELANDA DI ACEH 1873-1908


Pengarang

Sri Hastuti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0261120030

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK Cut Nyak Dhien merupakan salah seorang pahlawan wanita dari Aceh yang terkenal dalam menentang kolonialisme Belanda. Semangat heroiknya dalam menentang Belanda telah ia kobarkan sejak usia muda sampai masa tuanya. Atas dasar itulah, maka penulis memilih judul skripsi ini: KIPRAH CUT NYAK DHIEN DALAM PERANG BELANDA DI ACEH 1873-1908. Tujuan pembahasan skripsi ini adalah ingin mengetahui: I) latar belakang perjuangan Cut Nyak Dhien di wilayah VI Mukim Aceh Besar; 2)perjuangan Cut Nyak Dhien bersama Teuku Umar dalam menghadapi Belanda di Aceh ; serta 3) peranan Cut Nyak Dhien setelah meninggalnya Teuku Umar. Pembahasan skripsi ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian historis dengan menelaah atau mengkaji sumber tertulis di perpustakaan yang berkaitan dengan skripsi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Cut Nyak Dhien di wilayah VI Mukim (Lampisang) Aceh Besar, dimulai bersama suami pertamanya yaitu Teuku Ibrahim Lamnga. Sebagai anak uleebalang ia ikut memiliki andil dalam memberikan pengertian kepada kaum wanita tentang pentingnya perjuangan melawan Belanda. Bersama Teuku Umar Cut Nyak Dhien ikut berperan aktif menggerakkan perjuangan rakyat Aceh untuk melawan Belanda. Selama tinggal di Lampisang ia terus melakukan kontak/hubungan dengan para pejuang Aceh terutama Teungku Fakinah. Disamping itu, pada saat Teuku diuber-uber oleh Belanda, Cut Nyak Dhien setia mendampinginya bergerilya dari satu tempat ke tempat yang lain, termasuk kewilayah Pidie dan Aceh Barat. Peranan Cut Nyak Dhien setelah meninggalnya Teuku Umar sangat besar, karena memimpin sendiri para pejuang Aceh(pengikut) Teuku Umar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK