<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131625">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KEMAMPUAN KUAT GESER HORIZONTAL DINDING BATA KERTAS PADA KONDISI TERLINDUNG DAN KONDISI TIDAK TERLINDUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arya Hisma Maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat geser horizontal dinding pasangan bata kertas menggunakan subsitusi 90% kertas terhadap volume total pasir. Pengujian kuat geser horizontal berdasarkan SN! 03-4166-1996 pada kondisi terlindung dan kondisi tidak terlindung dengan perlakuan tanpa plesteran  (PO), plesteran satu sisi (PI), dan plesteran dua sisi (P2). Komposisi campuran  bata kertas terdiri atas semen, pasir, kertas dan air. Komposisi campuran plesteran  dan siar adalah 1 semen : 4 pasir dengan ketebalan 1 cm. Benda uji dinding pasangan bata kertas dengan ukuran sesuai dengan SN! 03-4116-1996. Benda uji diletakkan pada dua kondisi lingkungan yang berbeda, yaitu : terlindung (T) dan  tidak terlindung (Tr) untuk melihat pengaruh plesteran dinding pada keadaan  kondisi tersebut. Jumlah benda uji untuk masing-mas ing perlakuan dan kondisi lingkungan adalah sebanyak 5 unit benda uji. Sebagai perbandingan digunakan dinding pasan gan bata merah rakyat. Kuat geser horizontal dinding pasangan bata  kuat geser horizontal pada kondisi terlindung lebih baik daripada kondisi tidak terlindung. Dari kondisi  kertas pada semua perlakuan plesteran, menunjukkan  bahwa  terlindung ke kondisi tidak terlindung, nilai kuat geser horizontal dinding pasan gan bata kertas tanpa plesteran  turun  sebesar 29,67%. Nilai kuat geser  horizontal dinding pasangan bata kertas plesteran satu sisi  turun  sebesar 26,21%.  Nilai kuat geser horizontal dinding pasangan bata kertas plesteran dua sisi  turun  sebesar 14,59%. Plesteran mempengaruhi peningkatan kuat geser horizontal dinding pasangan bata kertas . Pada kondisi terlindung, dari tanpa plesteran ke  plesteran satu sisi kuat geser horizontal naik sebesar 51,33%. Dari plesteran satu sisi ke plesteran dua sisi kuat geser horizontal naik sebesar 44,93%. Pada kondisi  tidak terlindung, dari tanpa plesteran ke plesteran satu sisi terjadi kenaikan sebesar 58,77%. Dari plesteran satu sisi ke plesteran dua sisi terjadi kenaikan sebesar  67,76%. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131625</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 12:19:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 12:19:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>