<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131619">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Arfan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) memiliki potensi minyak nabati tertinggi. Pertumbuhan bibit kelapa sawit yang optimal dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah media tanam. Media tanam pada pembibitan kelapa sawit pada dasar nya terdiri atas tanah topsoil yang dicampur dengan pasir serta pupuk anorganik. Kecambah memiliki cadangan hara yang tersedia hanya cukup maksimal 3 minggu awal pertumbuhan, kebutuhan unsur hara selanjutnya harus dipenuhi dengan pemupukan. Penambahan bahan organik dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan dosis pupuk NPK serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, dimulai dari November 2023 sampai dengan Februari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu media tanam (M) terdiri atas 4 taraf yaitu tanah (kontrol), tanah : pupuk kandang, tanah : pupuk kompos tankos dan tanah : arang sekam. Faktor kedua dosis pupuk NPK (D) terdiri atas 3 taraf yaitu 1,5 g, 2,5 g dan 3,5 g polybag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit kelapa sawit 60 dan 90 HST dan diameter pangkal batang 60 dan 90 HST, berat basah berangkasan dan berat kering berangkasan. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit kelapa sawit dan diameter pangkal batang umur 30 HST, dan jumlah daun umur 30, 60, 90 HST. Pertumbuhan terbaik terdapat pada media tanam campuran tanah : pupuk kandang (2:1). Dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit kelapa sawit umur 90 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi umur 30 dan 60 HST, diameter pangkal batang umur 30, 60 dan 90 HST, jumlah daun 30, 60 dan 90 HST, berat kering dan berat basah berangkasan bibit kelapa sawit. Pertumbuhan bibit terbaik terdapat pada pemberian dosis pupuk NPK 2,5 g polybag-1. Interaksi antara media tanam dan dosis pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131619</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 12:11:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 15:02:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>