RUMAH SAKIT JIWA DI BANDA ACEH TEMA : ARSITEKTUR PERILAKU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RUMAH SAKIT JIWA DI BANDA ACEH TEMA : ARSITEKTUR PERILAKU


Pengarang

Vivi Nurzeha - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604104010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

725.53

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
MENTAL HOSPITAL IN BANDA ACEH Oleh Vivi nurzeha Nim : 0604104010023
Rumah Sakit Jiwa merupakan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan, khusus kepada penderita gangguan kejiwaan. Penanganan ini meliputi dan pengobatan, perawatan, rehabilitasi pasien baik dalam lingkungan rumah sakit (rawat inap) ataupun diluar lingkungan rumah sakit (rawat jalan). Proses penganan pasien gangguan kejiwaan berbeda dengan penanganan pasien penyakit lainnya. Proses inimerupakan proses jangka panjangdan memerlukan dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Pada dasarnya pasien gangguan kejiwaan mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingk:ungannya, maka lingkungan binaan yang akan direncanakan harus sesuai dengan perilaku mereka. Penyesuaian lingkungan binaan terhadap perilaku penderita gangguan kejiwaan melahirkan pertimbangan-pertimbangan rancangan yang harus diterapkan secara tepat. Rumah Sakit Jiwa dan fasilitas-fasilitas pendukungnya direncanakan atas pertimbangan kondisi kejiwaan pasien yang labil dan berubah-ubah, sehingga rancangan Rumah Sakit Jiwa berusaha memahami dan menginterpretasikan perilaku pasien. Penerapan kajian arsitektur dalam merencanakan suatu unit hunian bagi pasien gangguan jiwa diharapkan dapat mengembalikan penderita penyakit tersebut kepada kondisi normalnya Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh yang akan dirancang memiliki fasilitas pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi yang akan membantu proses penyembuhan pasien. Hal ini terutama dilakukan dari segi arsitektur yang meliputi penataan interior, bentuk bangunan, dan penataan landscape yang merujuk kepada perilaku pasien. Penciptaan lingkungan binaan yang sesuai dengan perilaku pasien gangguan kejiwaan diharapkan dapat meningkatkan angka kesembuhan pasien.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK