<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131561">
 <titleInfo>
  <title>PENDUGAAN PARAMETER GENETIK GENERASI F2 CABAI HIAS (CAPSICUM ANNUUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAISAL LESA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai hias memberikan kontribusi terhadap estetika dan konsumsi. Pengembangan cabai hias dilakukan dengan memanfaatkan keragaman genetik untuk pemuliaan melalui hibridisasi dan seleksi, dengan penekanan pada karakter-karakter yang memiliki heritabilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotipe (KKF), dan heritabilitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Terdiri dari 9 perlakuan yang masing-masing 4 tetua dan 5 genotipe persilangan generasi F2. Penelitian ini menggunakan lima genotipe cabai hias generasi F2, diantaranya F2A12S14, F2S1A4, F2S2N7, F2S2V, dan F2V3S, dan empat varietas tetua sebagai pembanding, Violeta, Ayesa, Syakira dan Nazla dan diulang sebanyak empat kali, sehingga total keseluruhan terdapat 36 satuan percobaan. Masing-masing satuan percobaan terdiri dari lima tanaman, sehingga secara keseluruhan terdapat 180 unit percobaan. Karakter yang dianalisis meliputi tinggi tanaman, bobot buah pertanaman, umur berbunga, diameter batang, bobot perbuah, panjang tangkai buah, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah dan jumlah biji. Hasil penelitian menunjukkan pada peubah bobot buah genotipe hasil persilangan cenderung menunjukkan fenomena over dominan, di mana bobot buah hasil persilangan melebihi tetuanya. Peubah bentuk buah yang menarik seperti triangular dan elongate, yang diwariskan dari tetua. Pada peubah tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah tanaman cenderung sama antara varietas tetua dan hasil persilangan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor genetik lebih dominan daripada lingkungan dalam mempengaruhi panjang dan diameter buah. Heritabilitas tinggi ditemukan pada tinggi tanaman, umur berbunga, bobot per buah, dan beberapa karakter lainnya, kecuali diameter buah pada persilangan tertentu. Diameter batang memiliki heritabilitas sedang, kecuali pada persilangan tertentu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>131561</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 10:15:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-17 12:25:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>